Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tunjukan Tato dan Tindikan di Lidah, Siswi SMK PGRI 6 Denpasar Viral di Tiktok, Kepsek Segera Panggil Siswi dan Orang Tua

Rika Riyanti • Senin, 16 September 2024 | 20:47 WIB

VIRAL: Tangkapan layar dari video siswi diduga dari SMK PGRI 6 Denpasar berjoget tunjukan tato dan tindik
VIRAL: Tangkapan layar dari video siswi diduga dari SMK PGRI 6 Denpasar berjoget tunjukan tato dan tindik

 

BALIEXPRESS.ID – Aksi seorang siswi yang diduga berasal dari SMK PGRI 6 Denpasar tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah videonya viral di platform TikTok.

Dalam video yang diunggah oleh akun @b3lsky_, siswi tersebut terlihat berjoget dengan mengenakan seragam sekolah, serta menampilkan tato di tangan dan tindik di lidahnya.

Video tersebut diduga direkam di dalam ruang kelas.

Kepala Sekolah SMK PGRI 6 Denpasar, Wayan Sukarta, membenarkan bahwa siswi dalam video tersebut merupakan siswa kelas XI jurusan Akomodasi Perhotelan di sekolahnya.

Menurutnya, video itu diambil usai kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di sekolah.

“Itu memang benar anak kita SMK PGRI 6 Denpasar, itu kegiatannya pada waktu kegiatan P5 atau kegiatan penerapan Pancasila. Sehingga selesai P5 itu dia iseng melakukan kegiatan seperti itu di kelas, lantas diambil lah (video), video dia lalu dishare oleh orang lain. Saya baru saja bicara sama orangtuanya,” kata Sukarta, Senin (16/9).

Baca Juga: Fenomena Gancet saat Berhubungan Intim: Beda dengan Anjing, Benarkah Terkait Seks Menyimpang?

Sukarta menjelaskan bahwa pihak sekolah akan segera mengambil langkah tegas terkait tindakan tersebut.

Rencananya, sekolah akan memanggil siswi tersebut bersama orangtuanya untuk meminta klarifikasi lebih lanjut.

“Besok saya panggil anak dan orangtuanya untuk konfirmasi gimana sebenarnya ini. Saya mau ambil langkah tegas, (hendak) kembalikan ke orangtua, ga boleh juga harus ada aturan, sehingga kami serba sulit,” ujarnya.

Baca Juga: Moratorium Bali, untuk Tata Ruang dan Sawah yang Tersisa, Bagaimana dengan Proyek Besar yang Sudah Jalan?

Terkait tato yang terlihat pada tubuh siswi tersebut, Sukarta mengakui bahwa pada awal masuk ke sekolah, siswi tersebut tidak bertato.

Namun, belakangan diketahui bahwa siswi itu sering keluar rumah tanpa sepengetahuan orangtuanya, sehingga orangtua tidak menyadari perubahan pada anaknya.

“Kalau masalah tatoan itu memang diawal masuk di sini awalnya tidak (tatoan), namun setelah masuk di sini karena anak ini sering keluar rumah tanpa izin orangtuanya, sehingga ortunya tidak memperhatikan sejauh itu, tau-tau sudah pakai tato banyak,” jelasnya.

Ia menyadari bahwa langkah tegas tetap harus diambil agar tindakan tersebut tidak diikuti oleh siswa lain.

“Kalau sekolah mengambil langkah untuk tidak mengizinkan anak yang bertato, apalagi setelah dia bersekolah, itu tidak ada aturannya. Kalau kita tegas melarang anak-anak, jiwa pendidik kami nampaknya terusik, siapa yang akan mendidik anak ini. Kalau semua sekolah melakukan tracing yang tatoan tidak boleh sekolah misalnya, lantas kami baru aja di telepon KPPAD terkait ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sukarta menegaskan bahwa sekolah telah mengimbau para siswa agar tidak melakukan tindakan yang mencolok seperti itu, karena dapat menghambat masa depan mereka.

Ia berharap dengan bimbingan yang baik, siswa dapat menyadari kesalahan mereka dan kembali ke jalur yang benar.

“Memang kita sudah imbau setiap hari agar bersikap biasa-biasa saja, jangan mencolok, itu akan menghambat masa depannya, kita imbau,” pungkasnya.

Rencananya, pertemuan dengan orangtua siswi tersebut akan dilakukan pada Selasa (17/9) pukul 9 pagi di sekolah, guna menentukan langkah selanjutnya terkait masalah ini.(ika)

Editor : Rika Riyanti
#siswi #viral #tato #SMK PGRI 6 Denpasar #tindik