BALIEXPRESS.ID- Proyek pembangunan dinding penahan tanah (DPT) di jalan raya Banjar Tambahan Bakas, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Bangli, mengalami kerusakan. Proyek itu jebol pada Senin (16/9/2024).
Kejadian itu sekitar pukul 10.00 Wita diduga akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak pagi hari.
Aliran air yang mengalir deras ke lokasi proyek menyebabkan tanah menjadi labil dan jebol.
Saat kejadian, dua pekerja tengah beraktivitas di area bawah.
“Kira-kira penyebabnya karena dapat hujan itu,” ungkap pelaksana proyek Gede Agus Putu Parta ditemui lokasi.
Agus mengonfirmasi bahwa saat insiden terjadi, ada dua pekerjanya yang berada di bawah.
Mereka tengah memindahkan besi untuk pengerjaan. Beruntung, mereka sudah pindah dari area tanah longsor.
"Mereka masih di bawah, tapi tidak tepat di lokasi longsor," jelas Agus.
Proyek senilai Rp752.937.000 ini dikerjakan oleh CV Dwi Karya Perdana dan didanai APBD Bangli 2024.
Pengerjaan dilakukan sejak sekitar sebulan. Saat ini mencapai sekitar 48 persen.
"Sekarang progresnya sudah 48 persen," tambah Agus yang berasal dari Karangasem.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRkim) Kabupaten Bangli Dewa Widnyana Maya langsung menuju lokasi setelah mendapat kabar mengenai kerusakan proyek.
Setelah berkoordinasi dengan pihak pelaksana, Dewa Maya memastikan pekerjaan tetap bisa dilanjutkan, namun keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama.
"Identifikasi risiko dan bahaya harus segera dilakukan," tegas Dewa Maya.
Selain itu, pelaksana juga harus mengambil langkah-langkah seperti melakukan penyesuaian atau perubahan metode pelaksanaan, mengingat kondisi lapangan telah berubah setelah bencana ini.
Jika diperlukan, pelaksana bisa mengajukan perpanjangan waktu pengerjaan, namun harus dilakukan dengan serius.
Sementara itu akibat insiden ini, jalur tersebut ditutup untuk kendaraan roda empat demi keselamatan.
Warga Banjar Tambahan Bakas harus mencari jalur alternatif, terutama bagi mereka yang menuju kota kecamatan. Mereka harus melalui Lingkungan Tegallalang, Kecamatan Bangli. Tentunya akan butuh waktu lebih lama lagi.
“Kalau sebelum jebol seperti sekerang, masih bisa dilewati, karena jebol yang dulu itu masih jauh dari aspal,” kata warga Tambahan Bakas Dewa Made Artawan,45. (*)
Editor : I Made Mertawan