SINGARAJA, BALI EXPRESS – Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Dagperinkop-UKM) Kabupaten Buleleng, bekerja sama dengan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) dan Buleleng Social Community (BSC), sukses mengadakan pelatihan barista bagi remaja difabel Buleleng. Pelatihan ini diselenggarakan di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Buleleng dan diikuti oleh 13 remaja difabel yang telah lulus dari SMA atau sederajat.
Kepala Dinas Dagperinkop-UKM, Dewa Made Sudiarta, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan upaya pemerintah untuk memberdayakan kaum difabel agar memiliki keterampilan barista yang kompetitif.
“PLUT menjadi ruang pelatihan dan pendampingan inklusif. Selain untuk pelaku UMKM umum, kita juga memberi perhatian khusus kepada kaum difabel agar bisa mendapatkan kemampuan teknis yang dibutuhkan,” ujarnya, Selasa (17/9).
Program pelatihan ini diharapkan dapat mencetak wirausahawan difabel yang siap bersaing di dunia usaha. Dewa Sudiarta menegaskan bahwa setiap individu, termasuk kaum difabel, memiliki hak yang sama untuk menjadi pelaku usaha. Dagperinkop-UKM, SETC, dan BSC akan terus berkolaborasi dalam menyusun program berbasis komunitas untuk memberikan pelatihan yang lebih inklusif di masa mendatang.
Ketua BSC, Made Eka Tirtayana, menyatakan bahwa pihaknya memfasilitasi pelatihan barista bagi 13 difabel. Sebelumnya, mereka juga diberikan kesempatan untuk memilih jenis pelatihan yang paling menarik minat mereka.
“Dari diskusi yang kami lakukan, mereka memilih tiga jenis pelatihan, yaitu barista, cooking class, dan bartender. Untuk tahap awal, pelatihan barista dimulai hari ini,” jelasnya.
Selain pelatihan, Made Eka menambahkan bahwa BSC dan SETC akan memberikan pendampingan berkelanjutan, termasuk pembiayaan usaha. “SETC siap memberikan fasilitas inkubator bisnis untuk membantu pengembangan usaha mereka. Kami juga akan mengadakan program magang di kafe yang ada di sini agar adik-adik difabel semakin terlatih,” tutupnya. ***
Editor : Dian Suryantini