BALIEXPRESS.ID - Gempa bumi yang mengguncang Bali, menggemparkan masyarakat pada Sabtu (21/9) pagi. Bahkan, Gempa berkekuatan Magnitudo 4,8 tersebut mengakibatkan kerusakan di berbagai daerah.
Salah satu wilayah yang terdampak gempa tektonik dengan episentrum di Gianyar ini adalah Kabupaten Badung. Ada puluhan bangunan rusak akibat kejadian tersebut yang terbagi di sejumlah kecamatan.
Berdasarkan data yang disampaikan Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung I Ketut Murdika, tercatat total ada 57 bangunan yang rusak.
Rinciannya, Kecamatan Abiansemal menjadi kawasan yang terdampak paling banyak. Tercatat kerusakan terjadi di Desa Mekar Buana, Desa Sibangkaja, Desa Sibanggede, Desa Mambal, Desa Darmasaba dan Desa Sedang.
Di Desa Mekar Buana, kerusakan didominasi di Banjar Samu, yaitu:
1. Pelinggih Surya milik warga bernama Luh Putu Sumawati di Banjar Samu;
2. Tembok Bale Adat retak milik I Gusti Agung Putu Gede di Banjar Samu;
3. Kerusakan Atap Rumah milik I Gusti Agung Made Budiarta di Banjar Samu;
4. Kerusakan Atap Rumah milik I Gusti Agung Gede Buda Pramarta di Banjar Samu;
5. Kerusakan Atap rumah milik I Gusti Agung Made Raka di Banjar Samu;
6. Rusaknya Pelinggih Surya rusak milik Putu Abdi Banjar Samu;
7. Atap jebol milik Gusti Agung Putu Alit di Banjar Samu;
8. Atap Angkul-Angkul milik I Made Anom di Banjar Samu rusak;
9. Atap Rumah rusak milik I Ketut Budi Artana di Banjar Samu;
10. Atap Rumah rusak milik Made Sumariana di Banjar Samu;
11. Rusak Pelinggih Padma dan Menur Candi Bentar Patah di Pura Dalem dan Prajapati di Banjar Samu;
12. Atap Rumah rusak milik I putu Sumaryanto di Banjar Samu;
13. Tembok Peyengker roboh di Pura Dalem Banjar Samu.
Di Desa Sibangkaja, kerusakan dialami:
1. Atap Bangunan di Banjar Piakan;
2. Pelinggih rusak di Pura Gaduh, Banjar Lateng;
3. Kerusakan Atap SD 2 Sibangkaja;
4. Atap Rusak TK Darmawangsa Sibangkaja;
5. Kerusakan Atap Rumah milik I Wayan Suparta di Banjar Sangging;
6. Atap Rumah rusak dan Pelinggih Padma rusak milik I Wayan Suparta;
7. Kerusakan Tembok Peyengker Bank Parasari, Banjar Sangging.
Kemudian di Desa Sibanggede, kerusakan dialami:
1. Atap Bale Banjar Pane rusak;
2. Atap rumah rusak milik I Made Risna di Banjar Pane;
3. Atap rusak Bale Banjar Dualang;
4. Atap Rusak di Bale Banjar Bantas Kaja;
5. Kerusakan Kori Griya Ole di Banjar Mengwi;
6. Kerusakan genteng, dua apit curang, tembok Piyasan dan Padu Rasa Penyengker Pura Melanting Banjar Pane;
7. Atap di Bale Banjar Mengwi rusak;
8. Angkul-angkul dan Bale gong tembok retak milik Ida Bagus Gede Surya Ariawan di Banjar Bantas Kaja.
Lalu, di Desa Darmasaba, kerusakan dialami:
1. Genteng SD 4 Darmasaba;
2. Atap rusak di Banjar Tengah;
3. Atap rumah rusak di Banjar Telanga;
4. Kori Agung retak milik Ida Bagus Surya Prabhawa Manuaba di Griya Gede Manuaba Desa Tegal Darmasaba;
5. Ujung Candi Pura Ntegana (Cagar Budaya Darmasaba) rusak di Desa Tegal;
6. Atap rusak di Wantilan Banjar Tengah Tegal;
7. Atap Wantilan rusak di Pura Dalem Gegelan, Desa Tegal;
8. Tembok robih milik warga bernama I Ketut Sukadana di Banjar Umahanyar Tegal;
9. Kori Agung tergeser/rusak di Pura Dalem Kangin Desa Adat Tegal, Banjar Telanga Tegal;
10. Tiang Lapangan Volly roboh di Banjar Telanga Tegal.
Berikutnya di Desa Mambal, kerusakan didominasi di Banjar Lebah Sari, yakni:
1. Atap bangunan milik I Made Dwi Yudana di Banjar Mambal Kajanan;
2. Tembok roboh milik I Gusti Putu Suardika di Banjar Mambal Kajanan;
3. Kerusakan Atap Rumah milik I Nyoman Suta di Banjar Lebah Sari;
4. Atap rumah rusak milik Ida Bagus Gede Semarabawa, Br Lebah Sari;
5. Atap rumah rusak milik Nyoman Mastra, Br Lebah Sari;
6. Kerusakan Atap rumah milik Nyoman Suandika, Br Lebah Sari;
7. Atap rumah rusak milik Nyoman Kencana, Br Lebah Sari;
8. Atap rumah rusak milik Made Sana, Br Lebah Sari;
9. Atap rumah rusak milik I Ketut Sugita di Banjar Lebah Sari.
Di Desa Sedang, kerusakan tersebut semuanua terjadi di Banjar Aseman, pada:
1. Atap Rumah milik I Nyoman Oka Sunarjaya di Banjar Aseman;
2. Atap Rumah milik I Gusti Ngurah Yoga Darmawan di Banjar Aseman;
3. Kerusakan Atap Rumah milik I Gusti Ngurah Made Sudana di Banjar Aseman.
Sementara itu, di Kecamatan Mengwi, kerusakan terjadi di Kelurahan Sempidi, seperti:
1. Atap Kantor Lurah Sempidi rusak;
2. Atap Genteng bergeser di SD 1 Sempidi;
3. Atap Rusak di Bale Banjar Gede Sempidi;
4. Atap Rumah rusak di Banjar Grokgak Sempidi;
5. Atap rumah rusak milik Ngurah Bagus Anom Swastika di Banjar Ubung, Sempidi;
Ada juga kerusakan di Desa Sading, pada:
1. Atap Rusak di SD 2 Sading;
2. Atap menur rusak di Pustu Sading. Lebih lanjut, Murdika mengatakan tidak ada korban jiwa ataupun luka dari kejadian tersebut. "Tidak ada (Korban jiwa atau luka)," pungkasnya. (*)
Editor : I Gede Paramasutha