Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

KPK Ajak Perempuan Proaktif dalam Pencegahan Korupsi  

Dian Suryantini • Selasa, 1 Oktober 2024 | 20:14 WIB

 

Peserta sosialisasi antikorupsi untuk Peran Perempuan Anti Korupsi di Buleleng bersama KPK RI.
Peserta sosialisasi antikorupsi untuk Peran Perempuan Anti Korupsi di Buleleng bersama KPK RI.

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Dalam upaya memperkuat peran perempuan dalam pemberantasan korupsi, sosialisasi bertajuk "Perempuan Penggiat Anti Korupsi" diadakan pada Selasa (1/10) pagi di Gedung Kesenian, Kabupaten Buleleng. Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan perempuan, termasuk aktivis, akademisi, serta perwakilan lembaga swadaya masyarakat yang berfokus pada isu pemberantasan korupsi.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai bahaya korupsi dan cara-cara pencegahannya, terutama di sektor-sektor yang rentan terhadap penyalahgunaan kekuasaan. Dalam acara tersebut, peran strategis perempuan sebagai penjaga integritas di lingkup pemerintahan dan masyarakat luas juga disoroti.

Plh. Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johnson Ridwan Ginting, yang menjadi pembicara utama, menekankan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam gerakan anti korupsi. “Perempuan adalah pilar penting dalam keluarga dan komunitas. Dengan pendidikan yang baik tentang integritas, perempuan dapat menjadi agen perubahan yang kuat untuk mencegah dan melawan korupsi dari tingkat terkecil sekalipun,” ujarnya.

Lebih lanjut, Johnson menegaskan bahwa melalui peran aktif perempuan, keluarga dan lingkungan dapat menjadi lebih tangguh dalam menghadapi godaan korupsi. Pendidikan tentang integritas yang diberikan kepada perempuan memungkinkan mereka untuk menjadi benteng pertama dalam pencegahan penyimpangan kekuasaan.

Kegiatan sosialisasi ini juga diwarnai dengan berbagai diskusi interaktif yang membahas studi kasus nyata terkait praktik korupsi di Indonesia. Peserta diberikan pengetahuan mengenai tanda-tanda awal terjadinya korupsi serta bagaimana perempuan dapat menjadi lebih proaktif dalam mencegah dan melaporkan tindakan korupsi di lingkungan mereka.

Salah satu peserta, Santi Mulyawati, seorang aktivis lokal, mengungkapkan bahwa kegiatan ini membuka wawasan baru baginya. Menurutnya, perempuan merasa lebih berdaya dan termotivasi untuk berperan aktif dalam upaya pemberantasan korupsi. “Ilmu yang saya dapatkan di sini akan saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga maupun di lingkungan kerja,” ungkapnya.

Melalui kegiatan sosialisasi semacam ini, diharapkan semakin banyak perempuan yang terlibat aktif dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Pemerintah bersama lembaga antikorupsi seperti KPK terus mendorong peningkatan kapasitas perempuan untuk berpartisipasi dalam gerakan nasional melawan korupsi, demi mewujudkan Indonesia yang lebih bersih dan bebas dari praktik korupsi. ***

 

 

 

 

 

Editor : Dian Suryantini
#korupsi #kpk #perempuan