BALIEXPRESS.ID– Operasi pencarian terhadap Rama Fahri Zaki,14, remaja yang dilaporkan hilang setelah hanyut di Sungai Gelar, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana, Bali, akhirnya membuahkan hasil.
Tim SAR gabungan menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia pada Selasa (1/10/2024) pagi, sekitar pukul 08.20 Wita.
Korban ditemukan sekitar 3 kilometer arah barat daya dari lokasi ditemukannya sepeda motor yang dimiliki Rama dan temannya, Dafa Alfian Hafis,14, yang juga menjadi korban.
Setelah proses evakuasi, jenazah Rama langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Negara untuk identifikasi lebih lanjut.
Tim SAR gabungan yang tiba di lokasi kejadian pada pukul 07.30 Wita segera melakukan penyisiran di sepanjang Sungai Gelar.
Setelah kurang lebih 50 menit pencarian, warga setempat berhasil menemukan korban.
"Setelah melakukan penyisiran, warga setempat berhasil menemukan korban. Kami kemudian melakukan evakuasi terhadap korban," ujar Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Dewa Putu Hendri Gunawan, Selasa (1/10/2024).
Dewa Hendri menjelaskan bahwa cuaca hujan dan medan yang terjal menjadi kendala utama dalam operasi pencarian.
Ia juga menduga bahwa kedua remaja hanyut saat mandi di Sungai Gelar akibat debit air yang meningkat drastis setelah hujan lebat di hulu sungai.
"Dengan ditemukannya korban kedua, operasi pencarian kami nyatakan selesai," tambahnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa Dafa Alfian Hafis dan Rama Fahri Zaki, keduanya berusia 14 tahun dan berasal dari Desa Pengambengan, Jembrana, hilang di objek wisata Sungai Gelar.
Kejadian bermula ketika warga menemukan sepeda motor Honda Beat merah milik korban yang terparkir di area wisata tanpa pemilik pada Senin (30/9/2024), setelah wilayah tersebut diguyur hujan lebat dan sungai meluap.
Penemuan motor tanpa pemilik tersebut sempat menghebohkan warga setempat.
Baca Juga: Polres Klungkung Perketat Pengamanan Kediaman Paslon Jelang Pilkada 2024
Saat motor diperiksa, ditemukan handphone milik Dafa di dalam jok motor.
Jenazah Dafa sebelumnya telah ditemukan pada pukul 23.50 Wita, tersangkut di sela-sela bebatuan sekitar 200 meter dari lokasi sepeda motor mereka.
Proses evakuasi jenazah Dafa sempat terkendala karena medan yang sulit dan aliran sungai yang deras, namun berhasil dilakukan pada pukul 00.20 Wita, Selasa (1/10/2024). (tor)
Editor : Wiwin Meliana