BALIEXPRESS.ID– Nyoman Darmawan, warga Banjar Dinas Galiukir Kelod, Desa Padangan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, dilaporkan hilang ke pihak Desa Adat pada Selasa (1/10).
Setelah dicari menggunakan gamelan baleganjur karena diduga disembunyikan memedi, akhirnya ditemukan di perkebunan milik warga.
Kapolsek Pupuan AKP I Wayan Sudiarba ketika dikonfirmasi, membenarkan kejadian tersebut.
Dia menyatakan, hilangnya warga tersebut tidak dilaporkan kepada Polsek Pupuan karena proses pencariannya sudah dilakukan dan sudah ditemukan.
"Proses pencarian sudah dilakukan oleh Babinsa dan korbannya sudah ditemukan. Dari informasi diketahui, korban memiliki gangguan mental dan sering tidak pulang ke rumah," jelasnya pada Rabu (2/10).
Dari informasi yang dihimpun, sebelum dilaporkan hilang, Nyoman Darmawan sempat pamit buang air kecil kepada istrinya pada Senin (30/9) lalu malam.
Karena merasa bukan kejadian besar, maka istrinya pun tidak curiga.
Namun kecurigaan istri korban berlanjut, karena hingga keesokan harinya, korban tidak terlihat di rumah.
Karena khawatir, istri korban pun melakukan pencarian di sekitar rumah, namun tidak menemukan korban.
Tak kunjung kembali hingga keesokan harinya, keluarga korban lantas melaporkan kepada Bendesa Adat setempat.
Atas laporan tersebut, pihak desa adat pun melakukan pencarian. Bahkan proses pencarian sempat dilakukan dengan menggunakan baleganjur karena diduga disembunyikan memedi.
"Hingga akhirnya korban ditemukan sedang tidur di kebun milik warga. Kasus ini tidak dilaporkan ke Polsek Pupuan karena korban sudah ditemukan alam keadaan selamat," lanjutnya.
Editor : Nyoman Suarna