BALIEXPRESS.ID- Pada Kampanye kedua pada Rabu (2/10/2024), pasangan calon bupati-wakil Bupati Tabanan Nyoman Mulyadi-Nyoman Ardika berharap dalam masa kampanye pada Pilkada 2024 tidak ada lagi intimidasi terhadap masyarakat terkait dukungan untuk calon Bupati Tabanan.
"Terkait timidasi yang terjadi selama masa kampanye ini, menurut saya saat ini sudah tidak zamannya lagi melakukan intimidasi,” ungkap Ardika atau Sengap sesuai kampanye terbatas di Balai Banjar Sakenan Blondan, Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan.
“Janganlah masyarakat yang diintimidasi, kalau memang mau benar-benar mau melakukan intimidasi, calonnya lah yang diintimidasi, jangan masyarakatnya digunakan sebagai objek penderitaan,” tegas Sengap.
Sengap juga berharap dalam proses demokrasi pada kampanye Pilkada 2024 ini bisa dilakukan dengan santun dan damai.
Sehingga dalam proses kampanye ini, tidak akan menimbulkan gesekan-gesekan yang berpotensi konflik di masyarakat.
Sementara itu, terkait program yang akan direalisasi jika nantinya paslon nomor 1 terpilih sebagai bupati dan wakil bupati Tabanan adalah program akan menggeber program 100 hari yang akan dibangun sesuai dengan peraturan yang berlaku.
"Yang jelas untuk program 100 hari ini, kami akan menjalankan program sesuai dengan peraturan yang berlaku, namun yang jelas pada 100 hari ini, kami akan tetap menjalankan prioritas yang disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Apakahnotunperbaikan SDM atau hal lainnya," paparnya.
Sementara itu, untuk program unggulan, Sengap menyatakan paslon nomor urut 1 selain memiliki 21 program unggulan, pihaknya juga memiliki empat program prioritas, yakni pertanian, pendidikan, kesehatan dan pembangunan infrastruktur.
Sementara itu, calon gubernur nomor urut 1, Made Mulyawan Arya, dalam kampanye terbatas, tersebut juga menyatakan jika intimidasi dalam proses Pilkada 2024 sudah tidak dibenarkan.
"Intimidasi saat ini sudah tidak zamannya lagi, memangnya ini zaman kolonial mau intimidasi," tegasnya.
Sementara itu, terkait program unggulan untuk Kabupaten Tabanan, De Gajah-sapaan akrabnya menyatakan akan berupaya untuk meningkatkan kualitas pertanian yang ada di kabupaten Tabanan.
"Karena pertanian merupakan penunjang pariwisata, pariwisata berbasis budaya, berbasis agama dan mendukung UMKM dan juga bisa mengakomodasi sport tourism," jelasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan