BALIEXPRESS.ID - Senin (7/10) siang, warga Jalan Letda Reta Nomor 37, Banjar Yangbatu Kauh, Desa Dangin Puri Kelod, Denpasar, Bali, dikejutkan oleh insiden mengejutkan ketika seorang balita perempuan berinisial SHA, berusia dua tahun tiga bulan, terjatuh ke dalam sumur.
Kejadian ini mengundang perhatian warga sekitar dan menimbulkan rasa cemas.
Kronologi Kejadian
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.30 WITA saat ayah balita, Dofir (37), sedang bekerja di Sanur, sementara ibunya, Mukaromah (32), tengah memasak di kamar kos yang bersebelahan dengan lokasi kejadian.
Tiba-tiba, suara keras yang mencurigakan terdengar, menarik perhatian seorang pria bernama Darsanudin (53), yang merupakan saksi pertama.
“Saya mendengar suara jatuh ke dalam sumur dan segera menuju ke sana,” kata Darsanudin.
Saat tiba di lokasi, ia melihat kondisi mengkhawatirkan: SHA terjatuh ke dalam sumur dengan posisi kaki di atas dan seluruh tubuhnya, termasuk kepala, terendam air.
Teriakan dan Aksi Peny拏elamatan
Melihat situasi yang mengancam nyawa balita tersebut, Darsanudin langsung berteriak meminta bantuan.
“Ada anak terjatuh ke dalam sumur!” serunya, mengundang perhatian saksi lain, Jili Pareira (35), yang bekerja di bengkel di depan lokasi kejadian.
Tanpa berpikir panjang, Jili segera terjun ke dalam sumur untuk menyelamatkan SHA.
Dengan keberanian dan kepiawaian, Jili berhasil mengangkat balita itu ke permukaan, dibantu oleh warga sekitar.
Berkat aksi cepat dan kerja sama yang baik, meski mengalami insiden yang berbahaya, SHA dapat diselamatkan tanpa mengalami luka.
Tindakan Setelah Kejadian
Mengetahui kejadian tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Dangin Puri Kelod, Aiptu Suwandono, segera tiba di lokasi untuk memberikan imbauan kepada orang tua korban.
Ia mengingatkan agar orang tua lebih berhati-hati dalam menjaga anak-anak mereka.
“Kami juga meminta agar sumur diberikan tutup yang lebih kuat untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang,” tambahnya.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap keselamatan anak, terutama di lingkungan yang berpotensi berbahaya.
Masyarakat diharapkan lebih peka dan waspada untuk mencegah insiden serupa terjadi kembali.
Kisah heroik penyelamatan SHA tidak hanya mencerminkan keberanian Jili dan Darsanudin, tetapi juga menyoroti betapa pentingnya kerjasama dan kesigapan dalam menghadapi situasi darurat.
Apakah kita sudah cukup siap untuk melindungi anak-anak kita dari bahaya di sekitar? Mari bersama-sama meningkatkan kesadaran dan perhatian terhadap keselamatan anak di lingkungan kita. ***