BALIEXPRESS.ID - Sebuah insiden baku hantam antara dua pria asal Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), gegara seorang wanita, terjadi di depan Limon Cafe, Banjar Peliatan, Jalan Raya Semer, Kerobokan, Kuta Utara, Badung, Bali, pada Senin (30/9/2024) malam sekitar pukul 23.00 WITA.
Kedua pria yang terlibat dalam perkelahian tersebut adalah Yoseph Agustinus Nage alias YAN (38) dan Inosensius Jefrianis Roja alias JR Suza (25).
Kepala Kepolisian Sektor Kuta Utara, AKP Yusuf Dwi Atmodjo, S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa insiden ini dipicu oleh kecemburuan.
Berdasarkan informasi dari penyidik, YAN, JR Suza, dan seorang wanita berinisial D, diketahui saling mengenal.
Masalah dimulai saat YAN dan D berkunjung ke kos JR Suza, yang terletak di seberang Limon Cafe.
Diduga Cemburu, JR Suza Tak Terima
Motif utama dari insiden ini diduga kecemburuan JR Suza yang melihat D, wanita yang ia kenal, berjalan berdua dengan YAN, temannya dari daerah yang sama.
Saat bertemu, suasana yang awalnya tampak tenang berubah tegang ketika JR Suza melontarkan kata-kata kasar kepada D.
"Lo**e," ucap JR Suza kepada D, yang langsung membuat YAN marah.
Tanpa berpikir panjang, YAN meninju JR Suza sebanyak tiga kali dengan tangan mengepal.
Pisau Lipat Berbicara, Duel Berdarah Tak Terhindarkan
Merasa tidak terima dipukul, JR Suza segera mengeluarkan pisau lipat yang biasa ia bawa.
Tanpa ragu, ia menyerang YAN dengan dua kali tusukan, satu mengenai perut bawah dan satu lagi di bahu kanan YAN.
"Dalam kondisi berdarah-darah, YAN segera dilarikan ke rumah sakit dan beruntung nyawanya bisa diselamatkan," ungkap AKP Yusuf.
Pelaku Ditangkap Tanpa Perlawanan
Setelah insiden tersebut, YAN menghubungi saudaranya yang kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Kuta Utara bergerak cepat dan berhasil menangkap JR Suza di kosnya, Jalan Raya Semer, Kerobokan, Kuta Utara, tanpa perlawanan.
JR Suza mengaku khilaf dalam pertengkaran yang dipicu oleh sakit hati karena tidak terima wanita yang dikenalnya dihina. "Korban kini sedang dirawat di RSUP Prof Ngoerah Denpasar," tutup AKP Yusuf.
Kejadian ini menjadi peringatan bahwa emosi sesaat dan cemburu buta bisa berujung pada tragedi yang mengancam nyawa. ***
Editor : I Putu Suyatra