BALIEXPRESS.ID- Hingga tahun 2024, jumlah sekolah di kabupaten Tabanan yang mengalami kerusakan mencapai 56 unit sekolah.
Keseluruhannya adalah sekolah dasar (SD) yang tersebar di seluruh kecamatan di kabupaten Tabanan.
Kepala Dinas Pendidikan Tabanan, Gusti Putu Ngurah Darma Utama, menyebutkan jenis kerusakan yang dialami 56unit sekolah tersebut adalah kerusakan sedang hingga kerusakan parah yang tersebar di 10 kecamatan di kabupaten Tabanan.
Baca Juga: Kebakaran Hebat Melanda Rumah Seorang Guru di Buleleng, Kerugian Diperkirakan Setengah Miliar Rupiah
”Jenis kerusakan dari 56 sekolah ini adalah kerusakan sedang hingga parah. Untuk kecamatan dengan jumlah kerusakan terbanyak adalah kecamatan Selemadeg Barat dan Kecamatan Pupuan,” jelasnya Jumat (11/10).
Saat ini, Darma Utama mengatakan pihaknya sudah melakukan peninjauan dan pemetaan terhadap kerusakan yang terjadi di 56unit sekolah tersebut.
Pihaknya juga mengatakan jika akan segera menindaklanjuti hasil peninjauan yang sudah dilakukan.
Untuk proses perbaikannya, Darma Utama mengatakan jika penanganan kerusakan sekolah rusak ini akan dibagi menjadi tiga kategori.
Yakni kerusakan berat ditangani melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
Sekolah dengan kerusakan sedang melalui APBD atau Dana Alokasi Khusus (DAK), dan kerusakan ringan melalui partisipasi dana komite atau dana BOS.
“Untuk realisasinya, akan dilakukan pada tahun 2025 mendatang. Karena untuk saat ini sudah tidak memungkin lagi untuk mengajukan rencana perbaikan di APBD Tabanan,” ungkapnya.
Terkait kerusakan sekolah ini, anggota Komis II DPRD Kabupaten Tabanan, Wayan Lara, juga menyatakan hal yang sama, yakni perbaikannya tidak dapat dilakukan dengan segera.
Namun demikian Wayan Lara menyatakan jika pihaknya sudah melakukan pengkajian terhadap pola kerusakan yang terjadi di sekolah.
Baca Juga: Pulau Menjangan, Surga Bawah Laut di Jembrana, Bali
”Untuk proses perbaikannya tidak bisa dilakukan saat ini, karena kami harus mempelajari terlebih dahulu seperti apa polanya. Namun yang jelas kami akan melakukan evaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya, terutama jika kerusakan kecil bisa menggunakan dana BOS,” ungkapnya. (gek)
Editor : Wiwin Meliana