Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Perkuat Indonesia sebagai Supply Hub dan Ekportir Asia Tenggara, Diageo Perluas Fasilitas Pabrik

IGA Kusuma Yoni • Selasa, 15 Oktober 2024 | 02:01 WIB
Peletakan batu pertama Pembangunan fasilitas baru Diageo di Desa Nyambu Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan Senin (14/10)
Peletakan batu pertama Pembangunan fasilitas baru Diageo di Desa Nyambu Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan Senin (14/10)

BALIEXPRESS.ID- Diageo, produsen minuman beralkohol multinasional yang berkantor pusat di London, Inggris.

Perusahaan ini beroperasi di lebih dari 180 negara dan berproduksi di lebih dari 140 lokasi di seluruh dunia.

Yang salah satunya berlokasi di Desa Nyambu Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, Senin (14/10), membangun fasilitas barunya.

Dengan memanfaatkan lahan seluas 8.800 meter persegi, Diageo berkomitmen untuk memposisikan Indonesia sebagai pusat pasokan penting untuk pasar Diageo lainnya di kawasan Asia Tenggara. 

Diageo mendirikan pabriknya di Indonesia pada tahun 2014, memproduksi beberapa merek untuk pasar Indonesia.

Pada Desember 2021, Diageo mulai mengekspor merek Smirnoff dan Captain Morgan yang diproduksi di pabrik Tabanan ke beberapa negara tujuan ekspor, seperti, Thailand, Filipina dan selanjutnya ke negara-negara di ASEAN lainnya

John O'Keeffe, Presiden & CEO Diageo Asia Pasifik, Global Travel dan India, menyatakan jika pabriknya di Kabupaten Tabanan ini merupakan kunci strategisnya dalam memperluas pasar.

“Khususnya untuk melayani pelanggan dan konsumen dengan lebih baik di seluruh Kawasan Asia Pasifik serta untuk berkontribusi dalam peningkatan penjualan produk dan bisnis Diageo di seluruh dunia,” jelasnya ketika peletakan batu pertama di Desa Nyambu, Kecamgeoatan Kediri Kabupaten Tabanan.

Lebih lanjut dipaparkan John O'Keeffe, untuk trend penjualan, saat ini, sebanyak 37,1 persen dari penjualan Diageo di seluruh dunia berasal dari Asia.

Hal ini sejalan dengan komitmen global Diageo terhadap keberlanjutan, setelah beroperasi.

Fasilitas baru ini akan menggunakan energi 95 persen lebih sedikit dibanding metode produksi tradisional, berkontribusi pada rencana aksi ESG 10 tahun Diageo Society 2030, yakni Spirit of Progress.

Dalam rangkaian acara tersebut, O'Keeffe juga secara resmi membuka Rumah Nyambu atau Nyambu Sustainability Hub.

Pusat kolaborasi untuk masyarakat Desa Nyambu dengan Diageo dan organisasi lain serta Lembaga Swadaya Masyarakat untuk berdiskusi.

Hub ini merupakan kolaborasi antara masyarakat Nyambu, Desa Wisata Ekologis, Yayasan Wisnu.

Serta Yayasan Bambu Lingkungan Lestari yang didukung oleh Diageo melalui PT Langgeng Kreasi Jayaprima. 

 

 

Editor : IGA Kusuma Yoni
#diageo indonesia #Multinasional #Asia PAsific #indonesia #tabanan