BALIEXPRESS.ID-Jagat media sosial di Bali tengah heboh setelah beredarnya kabar bahwa anjing jalanan akan disuntik mati jika tidak ada yang mengadopsi mereka.
Kabar ini menyebutkan bahwa pemerintah memberikan tenggat waktu dua minggu untuk tindakan tersebut, yang langsung memicu pro dan kontra di kalangan masyarakat.
Menanggapi isu ini, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Wayan Sunada, menegaskan bahwa tidak ada rencana untuk melakukan suntik mati pada anjing liar.
“Solusi kami adalah vaksinasi rabies, bukan eliminasi,” ujarnya dengan tegas.
Hal serupa juga dinyatakan oleh Kepala Bidang Kesehatan Hewan Kota Denpasar, Ni Made Suparmi, yang menyatakan bahwa saat ini Pemerintah Provinsi Bali sedang menyusun surat edaran (SE) mengenai pengendalian rabies.
“Tidak ada rencana seperti itu. Tunggu regulasi yang baru,” jelasnya.
Regulasi ini diharapkan dapat menekan penularan rabies, terutama di daerah wisata yang ramai.
Ami mencatat, di Denpasar saja telah terjadi 29 kasus rabies yang tercatat.
Sebelumnya, Pj Gubernur Bali menerima audiensi Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Provinsi Bali di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, pada Senin (30/9) siang.
Pj Gubernur Bali juga menekankan pentingnya keselamatan masyarakat dalam penanganan hewan pembawa virus rabies, dan meminta agar vaksinasi dilakukan secara serentak.
“Semua hewan peliharaan yang memiliki pemilik harus tervaksin, dan kami juga akan menangani anjing liar. Aksi ini harus segera dilakukan,” tambah Pj Gubernur.
Baca Juga: Waduh, Baru 6 Bulan Dipasang, Kamera ETLE di Bangli Sudah Bermasalah
Dalam upaya ini, peran Tim Siaga Rabies (TISIRA) sangat penting. Tim ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, seperti Kepala Desa, Bidan Desa, serta tokoh masyarakat yang akan membantu dalam penyuluhan dan vaksinasi. “Mereka adalah garda terdepan dalam penanganan rabies di desa,” tandasnya.
Laporan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali menunjukkan bahwa hingga September 2024, cakupan vaksinasi rabies di Bali telah mencapai 70,38 persen dengan populasi anjing lebih dari 600 ribu ekor.
Selain itu, posko TISIRA yang tersebar di seluruh Bali berjumlah 405 posko, didukung oleh lebih dari 600 ribu dosis vaksin dari berbagai sumber, termasuk APBD dan bantuan dari Pemerintah Australia.
Editor : Wiwin Meliana