BALIEXPRESS.ID - Belakangan ini pesta kembang api salah satu usaha yang berbarengan dengan pelaksanaan upacara umat Hindu di Pantai Berawa menjadi permasalahan.
Hal ini pun telah ditanggapi oleh Plt. Bupati Badung I Ketut Suiasa. Baginya setiap kegiatan harus mengesampingkan kepentingan satu pihak.
Bahkan pengusaha diminta tidak mengesampingkan kearifan lokal.
Baca Juga: Buruh Proyek Kepergok Curi Motor di Denpasar, Berujung Diringkus Warga dan Polisi, Temannya Kabur
Suiasa menyatakan, pemerintah daerah telah melakukan pendekatan-pendekatan kepada investor dan masyarakat.
Ia meminta agar membangun koordinasi dan komunikasi dengan baik.
“Artinya komunikasi dan koordinasi itu tidak bisa dilakukan seketika saja tetapi harus dilakukan secara kontinyu. Berdasarkan pengalaman ini mudah-mudahan tidak terjadi lagi,” ujarnya saat ditemui usai menghadiri rapat di DPRD Badung, Senin (21/10).
Ia juga menghimbau, kepada pihak-pihak yang melakukan investasi di Badung agar menjaga, merawat, dan melestarikan budaya, adat, apalagi itu bersangkutan dengan prosesi agama.
Sehingga kegiatan-kegiatan yang bersifat eksklusif, melibatkan banyak orang, atau semacamnya jangan sampai mengalahkan budaya, adat, dan agama.
“Ada cara, teknik dan strategi untuk mengakselerasi hal tersebut, dengan cara jangan melakukan sesuatu dengan melibatkan egoistis sepihak hangan melihat dari segi kepentingan sepihak saja tetapi harus melihat kepentingan dari segi kebermanfaatan skala umum,” jelasnya seraya meminta pengusaha dan masyarakat selalu menjalin hubungan yang harmonis.
Baca Juga: Akademisi UII Desak Pembebasan Mardani H Maming karena Kekhilafan Hakim
Meski demikian, Suiasa menyatakan tidak anti terhadap investasi.
Sebab hingga saat ini Kabupaten Badung masih membutuhkan investasi dan penanaman modal.
Hanya saja ia menekankan investasi itu tetap harus menjunjung kearifan lokal.“Perlu pengusaha tetapi investasi yang dibangun itu adalah investasi yang menjunjung kearifan lokal,” tegas pejabat asal Pecatu tersebut. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga