BALIEXPRESS.ID – Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan sebuah video viral yang menampilkan seorang guru SMK negeri di Buleleng, Bali, tengah mencukur rambut siswanya.
Video berdurasi 54 detik tersebut diunggah oleh Arya Wedakarna, anggota DPD RI asal Bali, yang langsung mengundang berbagai reaksi dari netizen.
Dalam video tersebut, tampak sang guru yang mengenakan seragam keki membawa gunting dan memangkas bagian atas rambut seorang siswa.
Uniknya, siswa yang dicukur rambutnya terlihat tersenyum dan sesekali menghindar sambil diiringi tawa dari teman-temannya.
Meski tampak santai, aksi guru ini memancing pro dan kontra di media sosial.
Banyak netizen yang menilai tindakan guru tersebut berlebihan dan kurang pantas.
Namun, sebagian besar juga mendukungnya sebagai bentuk pendisiplinan yang masih dalam batas wajar, terutama di sekolah dengan jurusan perhotelan yang menuntut penampilan rapi.
PGRI dan Dewan Pendidikan Buleleng Angkat Bicara
Ketua PGRI Buleleng, I Putu Eka Wilantara, menanggapi video yang viral ini dengan menekankan pentingnya aturan dan tata tertib di sekolah yang telah disepakati seluruh warga sekolah, termasuk orang tua murid melalui komite sekolah.
Menurut Eka, aturan ini tercantum dalam buku saku siswa yang menjadi pedoman dalam berpenampilan.
“Kami akan mencari informasi lebih lanjut terkait kejadian ini. Tapi secara umum, sekolah memiliki kewenangan untuk menegakkan tata tertib yang disepakati bersama,” ujar Eka.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Buleleng, I Made Sedana, juga angkat suara.
Ia menilai tindakan guru tersebut masih dalam tahap edukasi yang bertujuan menanamkan kedisiplinan.
Sedana mengingatkan bahwa tugas guru tidak hanya mengajarkan akademik tetapi juga membentuk karakter dan disiplin siswa.
“Kami khawatir jika tindakan ini dipermasalahkan, akan ada dampak buruk pada penegakan disiplin di sekolah. Guru punya peran penting dalam mendidik karakter, bukan hanya mengajar materi,” jelasnya.
Tuntutan Disiplin di Jurusan Perhotelan
Sedana juga menjelaskan bahwa siswa di jurusan perhotelan memang dituntut untuk menjaga penampilan rapi.
Hal ini tidak hanya meliputi cara berpakaian, tetapi juga tata krama, cara berjalan, dan sikap yang sesuai dengan standar industri perhotelan.
“Mereka dilatih untuk tampil rapi dan berpenampilan sesuai tuntutan industri. Jadi, tindakan tersebut masih bisa dimaklumi,” tegasnya.
Kasus ini menjadi sorotan karena menyentuh peran dan tanggung jawab guru dalam mendidik karakter siswa di tengah tantangan pendidikan saat ini.
Netizen pun terbelah, antara yang mendukung dan menentang tindakan guru tersebut. ***