BALIEXPRESS.ID- Selama dua pekan pelaksanaan Operasi Zebra Agung 2024 yang berlangsung dari 14 hingga 27 Oktober, Satlantas Polres Tabanan mencatat adanya 27 kasus kecelakaan lalu lintas.
Dari sekian banyak kasus kecelakaan di Tabanan itu, tiga korban meninggal dunia dan 30 lainnya mengalami luka-luka.
Kapolres Tabanan AKBP Chandra Citra Kesuma mengakui bahwa kasus kecelakaan ini tergolong tinggi.
Menurutnya, jalur Denpasar-Gilimanuk atau yang kerap disebut jalur tengkorak masih menjadi titik rawan kecelakaan.
"Kecelakaan itu masih dominan terjadi di jalur tengkorak Denpasar-Gilimanuk," jelasnya.
Beberapa faktor yang menyebabkan tingginya angka kecelakaan di jalur tersebut antara lain pelanggaran lalu lintas, kondisi fisik pengendara yang tidak fit, dan kondisi kendaraan yang tidak laik jalan.
Namun, ia menegaskan bahwa faktor utama penyebab kecelakaan adalah pelanggaran lalu lintas.
“Faktor yang penting itu kecelakaan itu selalu diawali dengan pelanggaran lalu lintas dari pengguna jalan," tegasnya.
Pihaknya pun mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, terutama pengendara roda dua, untuk selalu berhati-hati dan mematuhi peraturan lalu lintas.
Pasalnya, berdasarkan data, kecelakaan lalu lintas di Tabanan didominasi oleh pengendara roda dua.
Lebih lanjut, ia menyebutkan angka kecelakaan di Tabanan mengalami peningkatan signifikan.
Pada tahun 2023, terdapat 223 kasus, sementara hingga tahun 2024, jumlah kecelakaan sudah mencapai 773 kasus, belum termasuk insiden selama Operasi Zebra. (*)
Editor : I Made Mertawan