BALIEXPRESS.ID-Anggota DPD RI, Arya Wedakarna merespons curhatan warganet terkait dugaan intimidasi siswa yang tidak mengikuti study tour di salah satu SMA di Negara, Bali.
Melalui unggahan di akun media sosialnya, AWK pun membagikan pesan pengaduan keluarga siswa yang diduga keberatan dengan adanya program study tour di sekolah.
Baca Juga: VIRAL! Dugaan Intimidasi Siswa Tak Ikut Study Tour SMA di Bali; Keluarga Siswa Mengadu ke AWK
Tak hanya itu, diduga oknum guru melakukan intimidasi terhadap siswa yang tidak ikut dalam program tersebut.
“Komite I Bid hukum DPD RI AWK menerima aspirasi keluarga siswa terkait dugaan intimidasi (pemaksaan/pembulyan siswa) yang tidak ikut study tour,” tulis AWK dikutip pada Rabu (30/10/2024).
Lebih lanjut, AWK pun mengaku akan segera memanggil pimpinan sekolah dan komite.
Bahkan dalam unggahannya, AWK pun tak segan-segan memention akun sekolah yang dimaksud untuk segara memberikan klarifikasi.
“Punapi niki @smansanegara siapkan jawaban dan klarifikasi sebelum AWK turun ke sekolah,” tulisnya.
Baca Juga: Kronologi Bocah 4 Tahun Disiksa Sampai Patah Tulang di Badung, Pelaku Ternyata Ayah Tiri dan Ibu
Sebelumnya, Seorang warganet yang mengaku sebagai kakak dari siswa yang tidak mengikuti acara study tour itu pun mengadu kepada anggota DPD RI, Arya Wedakarna.
Dalam aduannya, sang kakak menceritakan bahwa perlakuan dugaan intimidasi oknum guru di sekolah sang adik kepada siswa yang tidak mengikuti study tour.
Warganet tersebut menyebut bahwa sang adik kini duduk di kelas 11 SMA N 1 Negara.
Ia menyebut bahwa pihak sekolah mengadakan program study tour ke Jawa Timur dengan biaya sekitar Rp 3,3 juta.
Pihak sekolah pun menyebut bahwa program tersebut tidak wajib.
Meski merupakan program tidak wajib, namun warganet itu menduga ada pemaksaan terselubung dari oknum guru.
“Tempo hari waka kesiswaan mengunjungi kelas satu per satu bahkan ada yang disuruh menelfon orang tuanya secara langsung karena alasan anak tersebut tidak ikut karena ijin orang tua,” tulis aduan kepada AWK dikutip pada Rabu (30/10/2024).
Baca Juga: Pasca Pesta Kembang Api Viral, Papan Jalur Upacara Umat Hindu Dipasang di Pantai Berawa
Bahkan yang membuat kaget, salah satu siswa tidak ikut study tour karena alasan meotonan.
Namun oknum guru disebut meminta agar acara meoton diundur tahun depan.
Keluarga siswa tersebut mengaku resah jika oknum guru harus datang menyambangi kelas satu per satu untuk menanyakan alasan tidak ikut study tour.
Editor : Wiwin Meliana