Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

The Dancer, Karya Brand Happy Salma yang Menghidupkan Budaya Taro dalam Perhiasan Ikonik Nusantara

Rika Riyanti • Kamis, 31 Oktober 2024 | 18:58 WIB

KREASI NUSANTARA: Happy Salma saat mengenalkan kreasinya bersama seniman asal Desa Taro di Denpasar, Kamis (30/10)
KREASI NUSANTARA: Happy Salma saat mengenalkan kreasinya bersama seniman asal Desa Taro di Denpasar, Kamis (30/10)

 

 

BALIEXPRESS.ID - Happy Salma kembali hadir dengan kreasi istimewa yang terinspirasi dari kekayaan budaya Nusantara dalam acara bertajuk "The Dancer”.

The Dancer ini menggambarkan bagaimana tarian menjadi medium masyarakat dalam merayakan berbagai peristiwa, mulai dari panen hingga perayaan sosial.

Salah satunya, mengangkat perhiasan dengan Tari Janger dari Bali sebagai inspirasi.

Baca Juga: Sing Main-Main!! Bali United Makin Dikenal Dunia; Hadir di Sportel Monaco 2024, Kenalkan Bali United Training Center

Selain itu, ada juga Tari Serimpi, Tari Pajoge, Tari Ta'e Benu, dan Tari Saman. 

Acara tahunan TULOLA ini merupakan apresiasi bagi Sahabat TULOLA di Bali, menampilkan koleksi perhiasan terbaik yang terinspirasi budaya Nusantara dan menghadirkan kehangatan serta kekayaan budaya Indonesia di Andaz Hotel Sanur Denpasar. 

Founder sekaligus Creative Conceptor TULOLA, Happy Salma, mengungkapkan tema tahun ini yang berakar pada tarian Nusantara sebagai bentuk ekspresi kebahagiaan masyarakat sejak zaman dahulu.

Baca Juga: BREAKING NEWS! Pelajar Sumedang yang Terseret Ombak di Pantai Kelingking Akhirnya Ditemukan Meninggal Dunia

“Tarian membangkitkan jiwa yang ada di dalam diri manusia,” katanya, Kamis (30/10).

Acara "The Dancer" turut menampilkan kolaborasi TULOLA dengan desainer Auguste Soesastro, menghasilkan lima instalasi yang memadukan desain busana dan perhiasan dengan sentuhan kontemporer berunsur Nusantara.

Founder sekaligus Creative Designer TULOLA, Sri Luce, menyebut bahwa kolaborasi ini mengharmonisasikan desain struktural Auguste dengan pola khas Nusantara, memberikan perpaduan unik antara busana dan perhiasan. 

Baca Juga: Terseret Ombak di Pantai Kelingking, Pencarian Pelajar Asal Sumedang Masih Nihil

Selain itu, TULOLA turut bekerja sama dengan salah satu desa mitra Bakti BCA, Desa Wisata Taro, dalam menciptakan tiga perhiasan ikonik untuk koleksi “The Dancer”.

Ketiganya yakni Bros Kipas, Bros Ukiran, dan Sumpel Bunga.

Ketiga perhiasan tersebut menggambarkan keindahan budaya dan alam Desa Taro, mulai dari tarian tradisional hingga tumbuhan dan bunga yang menjadi ciri khas desa tersebut. 

Baca Juga: ADAH! Ibu Ini Terekam CCTV Curi Rujak Kuah Pindang Milik Pengunjung Supermarket di Denpasar

Perajin yang dimaksud adalah I Made Suama, seniman perak dari Desa Wisata Taro yang merupakan Desa Bakti BCA.

Dia terlibat dalam produksi 3 jenis perhiasan baru dalam daftar koleksi “The Dancer” dari TULOLA.

Perajin dari Desa Wisata Taro, I Made Suama mengatakan, dalam membuat 3 jenis perhiasan ini pihaknya hanya membutuhkan waktu dua minggu.

Baca Juga: Hujan Deras Guyur Bali; Jalan Terendam Banjir di Seminyak Hingga Pohon Tumbang di Nusa Dua

"Kami mencoba menuangkan karya yang dipadukann dengan ukiran dan ornamen khas Bali. Juga keragaman flora dan fauna di Taro," katanya.  

Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA mengatakan Pihaknya sangat bahagia dapat kembali bekerja sama dengan TULOLA, sebuah jenama lokal yang tidak hanya berkomitmen mempercantik wanita Indonesia, tetapi juga merayakan kekayaan budaya Nusantara.

“Bangga rasanya melihat perajin Desa Wisata Taro dapat diakui dan dipercaya keahliannya oleh sebuah jenama perhiasan lokal inovatif seperti TULOLA. Sinergi antara perajin lokal dan jenama seperti ini sangatlah penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia,” ungkap Hera.

Baca Juga: Pemprov Bali Sidak LPG 3 Kg; Ini Daftar Usaha yang Dilarang Gunakan Gas Bersubsidi

Desa Wisata Taro dikenal sebagai salah satu sentra penghasil seni kerajinan tangan dari perak berkualitas tinggi.

Seni ukiran perak merupakan bagian penting dari tradisi desa ini selama berabad-abad. 

Dalam koleksi “The Dancer” dari TULOLA, I Made Suama dipercaya menyumbangkan ide dan kreativitasnya mendesain bros kipas, bros ukiran, dan subeng (anting-anting) bermotif bunga.

Semua desain ini terinspirasi dari kekayaan dan budaya asli Desa Taro. 

Bros Kipas terinspirasi dari tarian Nar-Nir, yang menceritakan pergaulan remaja dan setiap penarinya membawa kipas.

Inspirasi dari tarian tersebut dipadukan dengan ukiran khas Bali yang banyak menghiasi Pura di Desa Taro.

Baca Juga: Debat Perdana, Koster-Giri Langsung Presentasi Animasi Pembangunan Infrastruktur Jalan Cegah Kemacetan Beberapa Titik Krusial di Bali

Kemudian, Bros Ukiran terinspirasi dari keanekaragaman tumbuhan di Desa Taro, terutama tanaman merambat yang banyak tumbuh di hutan, sungai, dan lembah.

Anting Bunga adalah karya yang diilhami banyaknya bunga di Desa Taro.

Keberadaan beragam bunga di Desa Taro sangat penting karena kerap digunakan penari dalam pementasan. 

Baca Juga: Waspada Penipuan, Ini Cara Bedakan BRImo FSTVL yang Asli dan Palsu!

“Komitmen kami menumbuhkan perekonomian daerah melalui Desa Bakti BCA kami lakukan secara holistik, mulai dari pembinaan, pengembangan, hingga perluasan pasar. Kolaborasi ini, bersama dengan perajin dari Desa Wisata Taro menciptakan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi kreatif, pelestarian budaya, serta pemberdayaan masyarakat. Kami harap ke depannya semakin banyak jenama lokal terinspirasi memberdayakan seniman dan perajin lokal, serta mendorong inovasi dan pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Hera. 

Upaya BCA memperluas pasar pelaku UMKM dan para pebisnis di Desa Bakti BCA tecermin dari keikutsertaan 32 merchant binaan BCA pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2024.

Pada acara tersebut, puluhan UMKM binaan BCA melakukan business matching dengan lebih dari 160 pembeli potensial dari luar negeri, meningkat 10 kali lipat dibandingkan tahun lalu. 

Baca Juga: 537 Perusahaan Kelapa Sawit Beroperasi Tanpa HGU, Menteri Nusron Sampaikan akan Ada Sanksi

Selain itu, BCA terus membantu proses penerbitan sertifikat halal dengan target 2.000 UMKM pada 2024 ini.

BCA juga mengajak 5 desa binaan mempromosikan wisata dan kekayaan daerahnya di Bali Beyond Travel Fair dan Wonderful Indonesia Travel Fair 2024. 

Sebagai informasi, Desa Taro dikenal sebagai salah satu Desa Wisata Terbaik di Dunia dengan tagline “An Eco Spiritual Destination.”

Desa ini menawarkan pengalaman wisata yang menggabungkan keindahan alam, kekayaan budaya, dan spiritualitas mendalam. 

Desa Wisata Taro memiliki warisan budaya yang kaya, seperti Pura Agung Gunung Raung, pemandangan indah Semara Ratih Delodsema Village yang menyatu dengan tata letak rumah tradisional, serta menjadi rumah konservasi lembu putih.

Baca Juga: Giliran Camat Susut Terekam Bersama Paslon Bupati, Bawaslu Bangli Siap Telusuri

Desa Wisata Taro merupakan peraih penghargaan Best Tourism Villages Upgrade Program oleh United Nations World Tourism Organization (UNWTO) pada 2023.(***)

Editor : Rika Riyanti
#happy salma #nusantara #perhiasan #the dancer