Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Wisata Burung Kokokan Petulu Mulai Redup Pamornya, Retribusi Menurun Karena Ini

I Wayan Ananda Mustika Putra • Sabtu, 2 November 2024 | 02:07 WIB
Burung Kolokan.
Burung Kolokan.

BALIEXPRESS.ID — Desa Petulu di Gianyar dikenal sebagai habitat alami burung Kokokan, atau burung bangau, yang kerap menarik perhatian wisatawan dengan kicauannya yang khas.

Namun, beberapa waktu terakhir, daya tarik ini tampak mulai berkurang, seiring merosotnya pendapatan dari sektor wisata di desa tersebut. Penyebab utamanya adalah tingkah sejumlah wisatawan yang tidak mau membayar retribusi masuk.

Menurut Made Rawa, Klian Desa Petulu, banyak wisatawan yang sengaja melewati kawasan wisata ini tanpa membayar tiket masuk yang dipatok sebesar Rp 50 ribu. “Banyak yang berdalih hanya ingin lewat atau singgah, padahal tetap saja mereka menikmati suasana di sini,” keluh Made Rawa pada Rabu (31/10/2024).

Situasi ini diperparah dengan faktor musiman burung Kokokan. Ketika memasuki musim kawin sekitar bulan Oktober hingga Desember, minat kunjungan wisatawan biasanya memang menurun. Sedangkan di puncak musim kunjungan (Juli-Agustus), burung Kokokan kerap bermigrasi meninggalkan sarangnya, sehingga daya tariknya berkurang.

“Kami berada dalam dilema. Saat kunjungan ramai, burung Kokokan sering tidak ada di sarang, dan sebaliknya saat musim kawin, jumlah wisatawan justru menurun,” ujar Made Rawa.

Penurunan jumlah kunjungan ini berdampak langsung pada pengelolaan destinasi wisata Desa Petulu.

Keterbatasan dana berimbas pada upaya perawatan lingkungan serta pengembangan fasilitas bagi wisatawan. Made Rawa berharap agar wisatawan lebih peduli untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam sekaligus mendukung ekonomi lokal melalui retribusi yang ditetapkan. (*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#wisatawan #gianyar #Habitat #menurun #Desa Petulu #kokokan #burung