Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Disodok Kasus Adat di Desa Bugbug Oleh Paslon 1 dan 3, Dana-Swadi: Berkali-kali Undang Yang Datang Hanya salah Satu Pihak

I Wayan Adi Prabawa • Senin, 4 November 2024 | 15:44 WIB

DEBAT: Paslon Dana-Swadi mengikuti debat kedua, pada Minggu (3/11).
DEBAT: Paslon Dana-Swadi mengikuti debat kedua, pada Minggu (3/11).

BALIEXPRESS.ID- Debat terbuka pasangan calon bupati dan wakil bupati Karangasem yang digelar KPU Karangasem di Grand Ballroom The Trans Resort Bali, yang mengambil tema “Memberikan Pelayanan dan Penyelesaian Persoalan Daerah Karangasem”, pasangan calon nomor 02, I Gede Dana-I Nengah Swadi (Dana-Swadi) di sodok kasus Desa Bugbug oleh paslon nomor 01 dan 03.

Dalam jabawanya, Dana Swadi menyebut Pemkab Karangasem telah berulang kali mempertemukan kedua belah pihak, hanya saja yang hadir selalu salah satu pihak.

 Baca Juga: Review Insta360 GO 3 yang dilengkapi fitur canggih

Dalam debat yang disiarkan secara live oleh salah satu Televisi itu, paslon Nomor 02 saat mendapat pertanyaan oleh moderator terkait permasalah kasus adat di Karangasem. dalam jawabanya, Calon Bupati I Gede Dana menyampaikan,Pemerintah berada di posisi ditengah-tengah antar pihak.

Sehingga, menyelesaikan persoalan yang terjadi di Desa Adat pemerintah ingin dilakukan secara musyawarah mufakat. “Pemerintah tidak bisa mencampuri urusan adat sampai masuk kedalam, kami tentu tidak ingin ada perpecahan di intern desa adat tersebut,” ucap Gede Dana.

Terkait kasus yang terjadi di desa adat Bugbug yang ditanyakan oleh paslon I Gusti Putu Parwata-Pandu Prapanca Lagos (GP) tersebut, ucap Gede Dana,kasus di Desa Adat Bugbug merupakan kasus internal di dalam desa adat. Sehingga dalam penyelesaianya harus berhati-hati agar tidak menimbulkan polemic berkepanjangan.

Baca Juga: Transformasi Layanan Kantor Cabang, BNI Resmikan Super Flagship Pertama di Bandung

“Berkali-kali kami mediasi utnuk menyelesaikan persoalan itu, kami ingin jangan sampai persoalan di Bugbug menyeruak, apalagi saya bagian dari masyarakat Manca Desa,” ujarnya lagi.

Gede Dana juga menyampaikan, pihaknya beberapa kali Masyarakat Desa Bugbug menyampaikan aspirasinya secara bergiliran. Namun sebelum itu, pihaknya sudah berupaya mempertemukan kedua kelompok tersebut agar ada Solusi terbaik.

“Pemerintah juga ingin menyelesaikan setiap persoalan, seperti kasus di desa adat Bugbug tersebut beberapa kali bergiliran menyampaikan aspirasi, kami undang kedua belah pihak untuk menyelesaikan persoalan itu  ,kami ingin menyelesaikan dengan mengajak kedua belah pihak duduk bersama. Hanya saja, salah satu pihak hadir, pihak yang lain tidak hadir, kami terus mendorong agar bisa selesai dengan musyawarah mufakat sehingga tidak ada lagi kebencian dimasing- masing kelompok karena bagaimanapun kita bersaudara,” ujarnya lagi.

 Baca Juga: Intip Harta Kekayaan Natalius Pigai, Menteri HAM yang Jadi Sorotan Usai Minta Anggaran Rp 20 Triliun

I Gede Dana menyampaikan, semua Masyarakat ingin hidup damai, tidak ada yang ingin Masyarakat tidak damai. Pihaknya pun, sebutnya, tetap melakukan sosialisasi agar persoalan yang terjadi di Desa Adat jangan sampai menimbulkan perpecahan apalagi sampai keranah hukum. “Kita bersaudara, jika terjadi persoalan tentu kita harapkan Masyarakat juga tetap mengedepankan menyame braya,” ujarnya lagi. (*)

Editor : Wiwin Meliana
#Dana Swadi #Desa Bugbug #debat terbuka #karangasem