Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

TPA Butus Nyaris Overload, DLH Karangasem Ngaku sudah Study Banding ke Badung: Ini Solusinya

I Wayan Adi Prabawa • Jumat, 8 November 2024 | 02:06 WIB
SAMPAH: Kondisi tumpukan sampah di salah satu jalan di wilayah Kecamatan Karangasem, Kamis (7/11), akibat TPA Butus nyaris overload.
SAMPAH: Kondisi tumpukan sampah di salah satu jalan di wilayah Kecamatan Karangasem, Kamis (7/11), akibat TPA Butus nyaris overload.

BALIEXPRESS.ID - Persoalan sampah di Kabupaten Karangasem tampaknya belum bisa tertangani dengan tuntas.

Setiap hari jumlah sampah di Karangasem mencapai 40-50 ton, yang nantinya dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Butus, Desa Bhuana Giri, Bebandem.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karangasem I Nyoman Tari mengaku, volume sampah kian meningkat.

Apalagi saat adanya hari raya besar keagamaan, secara otomatis akan terjadi peningkatan jumlah sampah.

Di sisi lain, kondisi TPA Butus sudah mendekati posisi overload.

Saat ini, disebutkan, kapasitas sampah di TPA Butus sudah mencapai 95 persen. Artinya masih terdapat lima persen tempat yang tersisa.

"TPA Butus tinggal menunggu waktu. Makanya kami berharap kesadaran masyarakat untuk memilah sampah, sehingga volume sampah yang dikirim ke TPA bisa ditekan," ujarnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan, sejumlah titik terdapat tumpukan sampah di siang hari. Kebanyakan sampah yang tidak dipilah ditampung dengan plastik.

Terkait dengan pengolahan sampah, Tari mengaku sudah sempat melakukan studi banding ke Kabupaten Badung.

Hasilnya, di sana didapati menggunakan alat insinelator.

"Kemarin kami sudah koordinasi dan komunikasi dengan Pak Sekda terkait alat untuk mengatasi sampah. Rencananya pengadaannya di Perubahan 2024. Semoga tahun 2025 bisa ditambah alatnya," jelasnya. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#overload #study banding #solusi #TPA Butus #badung #DLH Karangasem