Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pelaku Pembunuhan Jukir di Taman Pancing Coba Mengelak, Dua Sosok Ini Turun Tangan, Hasilnya?

I Gede Paramasutha • Senin, 11 November 2024 | 22:10 WIB
Pelaku pembunuhan jukir di Taman Pancing bernama Agus Sugianto ditembak kaki kanannya oleh polisi. (Bali Express/I Gede Paramasutha)
Pelaku pembunuhan jukir di Taman Pancing bernama Agus Sugianto ditembak kaki kanannya oleh polisi. (Bali Express/I Gede Paramasutha)

BALIEXPRESS.ID - Polsek Denpasar Selatan sedang melaksanakan proses penyidikan terhadap pelaku pembunuhan juru parkir (jukir) di Taman Pancing bernama Agus Sugianto, 31.

Namun ternyata, penjual roti ini sempat berusaha mengelak saat diinterogasi. Tingkah pelaku pembunuhan itu membuat dua sosok perwira polisi turun tangan.

Informasi yang Bali Express Jawa Pos Grup himpun, Sugianto bersikeras mengaku bukan sebagai pelaku pembunuhan terhadap jukir bernama Komang Agus Asmara, 25, di Taman Pancing.

Mengingat, awalnya peristiwa tragis tersebut diduga dilakukan pada Kamis 7 November dini hari.

Tapi, pelaku mengatakan pada waktu tersebut dirinya tidur di tempat tinggal di Jalan Ahmad Yani, Denpasar Utara.

"Pada waktu tersebut yang bersangkutan mengaku tidur bareng istrinya, dan istrinya membenarkan keterangan itu," ujar sumber, Senin 11 November 2024. 

Guna mengintrogasi pelaku lebih dalam, dua sosok perwira polisi yang turun tangan adalah Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Herson Djuanda dan Kasatpolairud Polresta Denpasar Kompol Wiastu Andrie Prajitno.

Kedua sosok ini sebelumnya memiliki sepak terjang yang mumpuni sebagai sebagai anggota buru sergap (buser), terutama saat tugas di Polresta Denpasar.

"Jadi, mereka sudah sangat paham mengenai teknik menghadapi pelaku yang tidak kooperatif," tambah sumber.

Benar saja, upaya tersebut membuahkan hasil. Sugianto akhirnya mengaku sebagai pelaku yang menghabisi nyawa Komang Asmara.

Dia berkenalan dengan korban sejak Agustus 2024.

"Korban ini infonya tidak bisa menghitung uang jaga parkirnya, jadi sering minta tolong ke temannya," tandasnya.

Pelaku kerap mengajak korban bermain judol slot.

Demi memenuhi hobi tersebut, pelaku sudah dua kali menggadaikan sepeda motor milik korban memanfaatkan kondisi Asmara yang keterbelakangan (tuna grahita).

Bahkan sehari sebelum kejadian, kendaraan itu dijual dan uangnya untuk main slot.

Setelah pelaku kalah, Komang Asmara pun menagih motornya sampai cekcok di Taman Pancing.

Sugianto akhirnya menghabisi nyawa jukir tersebut dengan menggorok lehernya memakai pisau kater.

Senjata tersebut sudah disiapkan sebelumnya, karena diduga dia memang merencanakan pembunuhan ini.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Herson Djuanda belum memberikan respon. (*)

Editor : I Gede Paramasutha
#pembunuhan #jukir #pelaku #Dua Sosok #taman pancing