BALIEXPRESS.ID- Asap mengepul di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pemkab Bangli di Desa Landih, Kabupaten Bangli, pada Kamis (14/11/2024).
Asap tersebut muncul akibat adanya percikan api di bawah tumpukan sampah. Kejadian ini sudah berlangsung sejak Rabu (13/11/2024).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli I Putu Ganda Wijaya menyatakan bahwa kebakaran sampah diduga terjadi akibat gas metana yang terkandung dalam tumpukan sampah.
Begitu menerima informasi tentang munculnya asap, pihaknya segera berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran.
Namun, mereka mengalami kesulitan dalam penanganan kebakaran tersebut.
Persoalannya, bara api berada di dalam tumpukan sampah yang dari permukaan hanya terlihat kepulan asap.
Oleh karena itu, tumpukan sampah harus digali untuk menemukan titik api agar pemadaman lebih efektif.
Namun, upaya penggalian terkendala karena dua dari tiga alat berat di lokasi, yaitu buldoser dan ekskavator sudah rusak.
Akibatnya, pembongkaran tumpukan sampah dilakukan secara manual. Cara ini membuat proses pemadaman menjadi lambat.
Sehingga DLH berkoordinasi dengan Dinas PUPRPerkim untuk meminjam alat berat.
Ganda mengklaim kepulan asap ini masih di seputaran TPA yang jauh dari permukiman penduduk.
Ia juga menegaskan bahwa kejadian ini tidak berimbas terhadap pembuangan sampah. Truk pengangkut sampah masih bisa membuangnya di sana.
Sementara itu Kepala Bidang Pemadam Kebakaran BPBD Damkar Kabupaten Bangli, Dewa Gede Wirawan, menjelaskan bahwa bara api yang menjalar di bawah tumpukan sampah membuat pemadaman sulit dilakukan secara menyeluruh.
Untuk menjangkau titik api, diperlukan alat berat yang dapat membongkar timbunan sampah agar pemadaman lebih efektif.
“Kami hanya bisa meredam kepulan asap dengan penyemprotan,” jelasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan