BALIEXPRESS.ID-Sebuah video yang beredar di media sosial, khususnya di akun TikTok @Hinduchannel, baru-baru ini menyita perhatian publik.
Dalam video tersebut, terlihat keluhan dari rombongan umat Hindu yang sedang melakukan tirta yatra ke Pura Luhur Giri Salaka Alas Purwo, Jawa Timur, terkait dengan kenaikan retribusi yang cukup signifikan untuk bersembahyang di pura tersebut.
Sebelumnya, biaya masuk pura hanya sebesar Rp 5.000, namun sejak diberlakukannya peraturan pemerintah yang baru, biaya tersebut naik menjadi Rp 20.000 untuk hari biasa dan Rp 30.000 untuk hari libur atau akhir pekan.
Sontak saja, keluhan Umat Hindu yang berasal dari Singaraja itu memancing beragam komentar warganet di media sosial.
Warganet menyayangkan sikap pemerintah setempat yang dinilai mempersulit Umat Hindu untuk bersembahyang di negerinya sendiri.
Baca Juga: Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Biro Perjalanan Wisata di Bali Tercatat Rugi Rp 1 Miliar
Warganet pun meminta agar pemerintah setempat membedakan antara sembahyang dan wisata.
“Sembahyang kok bayar, bedakan antara wisata dan sembahyang trus perbaikan yang ada di Pura Alas Purwo dibantu atau adakan perhatian umat Hindu di Jawa,” tulis akun @arbelo66 dikutip dari unggahan @Hinduchannel.
“Mari viralkan agar sampai ke pejabat terkait,” tlis akun @gepenk_uban.
Baca Juga: Apresiasi Telah Membangun Jembatan Tukad Bangka, Warga Desa Abang Dukung Penuh Dana-Swadi 2 Periode
“Ampura perbedaan sembahyang dengan berwisata terlihat jelas dari segi pakaian, kalo melakukan persembahyangan di mana pun itu sah-sah saja tidak ada pemungutan biaya itu sudah ada inisiatif melakukan dana punia secara iklas,” tulis akun @Pekak Tua.
Pura Luhur Giri Salaka adalah tempat ibadah umat Hindu yang berada di kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi.
Pura ini dikenal sebagai salah satu peninggalan sejarah yang sangat sakral dan misterius.
Editor : Wiwin Meliana