Polisi di Bali Razia Meriam Spiritus: Puluhan Lom-Loman Disita, Anak-anak Dibina, Belajarnya dari Youtube
I Putu Suyatra• Senin, 18 November 2024 | 03:19 WIB
DIINGATKAN : Polisi saat melakukan pembinaan terkait bahaya penggunaan meriam spiritus atau lom-loman yang mengganggu ketertiban masyarakat. (istimewa)
BALIEXPRESS.ID – Sabtu malam (16/11/2024), aparat Polsek Bebandem menggelar razia meriam spiritus (lom-loman) di wilayah Kecamatan Bebandem, Karangasem, Bali.
Operasi yang berlangsung di Desa Bungaya Kangin ini berhasil menyita puluhan meriam buatan yang dinilai mengganggu ketertiban warga sekitar.
Razia tersebut dipimpin oleh Kanit Binmas Ipda I Wayan Madia bersama Bhabinkamtibmas Desa Bungaya Kangin dan petugas piket Polsek Bebandem.
Mereka menemukan bahwa lom-loman ini dibuat oleh anak-anak setempat yang belajar dari tutorial di YouTube.
Lom-Loman: Mainan Berbahaya dari Kaleng Susu
Meriam spiritus ini dibuat dengan bahan sederhana namun berisiko tinggi. Kaleng susu dipadukan dengan lem G, serta pemantik dari korek api sebagai pemicu ledakan.
Dengan biaya pembuatan sekitar Rp30.000, anak-anak menjadikannya sebagai bentuk euforia menyambut tahun baru.
Namun, Polsek Bebandem mengingatkan bahaya dari mainan ini.
“Kami menyampaikan kepada masyarakat bahwa penggunaan meriam spiritus bisa mengganggu warga sekitar dan berpotensi membahayakan,” ujar Ipda Madia, Minggu (17/11/2024).
Pendekatan Humanis: Anak-anak Dibina, Orang Tua Diingatkan
Dalam razia tersebut, petugas tidak hanya menyita 25 unit meriam spiritus, tetapi juga melakukan pembinaan terhadap anak-anak yang terlibat.
Pendekatan humanis diterapkan dengan memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang bahaya mainan ini.
“Kami juga meminta orang tua untuk lebih mengawasi anak-anak mereka agar tidak lagi membuat atau menggunakan meriam spiritus. Hal ini dilakukan demi mencegah potensi kecelakaan yang bisa merugikan,” jelas Ipda Madia.
Para orang tua yang turut hadir dalam pembinaan menyampaikan apresiasi atas langkah cepat aparat Polsek Bebandem dalam menertibkan penggunaan lom-loman.
“Kami sangat berterima kasih karena ini mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi,” kata salah satu orang tua.
Komitmen Polsek Bebandem: Jaga Ketertiban dan Keamanan Warga
Setelah disita, puluhan meriam spiritus tersebut dibawa ke Mapolsek Bebandem untuk dimusnahkan.
Polisi juga berjanji akan terus melakukan penertiban serupa secara berkelanjutan.
“Penertiban ini bertujuan untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, khususnya menjelang pergantian tahun,” tutup Ipda Madia.
Dengan langkah tegas namun humanis, Polsek Bebandem berharap fenomena penggunaan lom-loman ini dapat dihentikan demi keselamatan masyarakat.
Apakah tradisi serupa juga terjadi di daerah Anda? Tetap waspada dan utamakan keselamatan! ***