Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Perjalanan De Gadjah, dari Pengawal hingga Jadi Calon Gubernur Bali

Rika Riyanti • Selasa, 19 November 2024 | 02:23 WIB
BERKISAH: Podcast Total Politik yang secara khusus datang ke Bali untuk wawancara De Gadjah Sabtu (16/11).
BERKISAH: Podcast Total Politik yang secara khusus datang ke Bali untuk wawancara De Gadjah Sabtu (16/11).

BALIEXPRESS.ID - Calon Gubernur Bali Nomor Urut 1, Made Muliawan Arya alias De Gadjah, berbagi kisah inspiratif tentang perjalanan hidupnya yang penuh liku sebelum menjadi tokoh politik berpengaruh di Bali.

Pernah mendekam di Lapas Kerobokan dan menghadapi kasus hukum di Amerika Serikat, De Gadjah mengaku semua pengalaman itu mengajarkannya arti loyalitas dan keteguhan.

Sosok Presiden RI Prabowo Subianto menjadi mentor yang membentuknya hingga kini dipercaya sebagai Calon Gubernur Bali pada Pilkada 2024.

Dikisahkan bahwa pada tahun 2005 dirinya pernah masuk penjara di Lapas Kerobokan karena perkelahian. Dia mengakui saat itu usianya masih sangat muda sehingga emosionalnya tidak stabil apalagi tanpa didampingi sosok seorang ayah karena sudah meninggal saat dirinya masih kelas 2 SMP.

Setelah bebas dari penjara di Kerobokan, ia memutuskan merantau ke Amerika Serikat. Di sana ia kembali dihadapkan dengan urusan hukum. Diceritakan, ia sempat ditahan 24 jam oleh pihak kepolisian setempat karena sebuah kasus di tempat ia bekerja.

“Waktu itu memang bukan saya yang melakukan kesalahan, hanya saya pasang badan untuk 60 orang Bali yang juga bekerja di tempat itu. Kalau saya tidak pasang badan kami semua akan dipecat,” ujarnya dalam Podcast Total Politik yang secara khusus datang ke Bali untuk wawancara De Gadjah Sabtu (16/11/2024).

“Bayangkan kalau saya tidak pasang badan, kasihan 60 orang Bali itu. Mereka punya istri anak yang harus dinafkahi di Bali, akhirnya saya pasang badan meskipun saat itu istri saya dan anak saya baru 9 bulan juga ada di Bali. Tapi cuma 24 jam saya ditahan karena lie detector mendeteksi saya berbohong, bukan saya yang salah,” sambungnya.

Pria Kelahiran Denpasar 12 Mei 1981 itu mengatakan semua itu dilakukan karena setia kawan. Begitupun saat masuk penjara di Kerobokan karena berkelahi atas dasar setia kawan.

Waktu berlalu, ia kembali ke Bali. Seseorang kemudian mengajaknya menjadi pengawal ring 1 Prabowo Subianto pada tahun 2012. Ia sangat dekat dengan Prabowo. Bahkan sampai memikul Prabowo Subianto ketika massa terlalu padat saat kunjungan politik.

Setelah sekian tahun menjadi pengawal, ia diminta untuk mengurus Gerindra Denpasar, tapi tugasnya sebagai pengawal Prabowo terus berlanjut. Selama itu dia mengenal Prabowo sangat dekat. De Gadjah menilai Prabowo adalah orang tulus yang ingin membangun bangsa.

“Bapak itu orang yang sangat tulus yang saya jadikan sebagai mentor dan inspirator. Karena sebelum-sebelumnya saya selalu loyal pada orang yang salah, dimanfaatin sampai masuk penjara. Selama saya kenal Pak Prabowo saya dididik dengan baik,” ujar De Gadjah.

Dari didikan Prabowo Subianto, De Gadjah menjadi tokoh politik Bali yang kuat. Dari menjadi Ketua DPC Gerindra Denpasar, diangkat menjadi Ketua DPD Gerindra Bali. De Gadjah juga terpilih menjadi Anggota DPRD Kota Denpasar dua periode.

Pada pemilu 2024 ia terpilih menjadi Anggota DPRD Provinsi Bali dengan suara terbanyak di Dapil Denpasar, namun kursi itu ia tinggalkan karena mendapat kepercayaan Prabowo Subianto menjadi Calon Gubernur Bali berpasangan dengan Putu Agus Suradnyana (Mulia-PAS).

“Pak Prabowo adalah mentor saya, beliau orang yang sangat tulus menjadi pemimpin, makanya Ketika saya diminta untuk maju calon Gubernur Bali karena saya tahu beliau punya keinginan besar untuk membangun Bali,” tandas De Gadjah. (*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#bali #pengawal #calon gubernur #De Gadjah #kisah inspiratif