BALIEXPRESS.ID - Desak Nyoman Ramaeyani, 57, yang dilaporkan hilang pada tanggal 20 November lalu di Kawasan perkebunan miliknya di Banjar Dinas Munduk Ngandang, Desa Belatungan, Pupuan, Kabupaten Tabanan akhirnya ditemukan.
Korban ditemukan di Kawasan hutan lindung di Banjar Mengenu Anyar, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan Kabupaten Jembrana dalam keadaan selamat, dan sudah dikembalikan ke pihak keluarganya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tabanan I Nyoman Srinadha Giri, ketika dihubungi menyebutkan, Desak Nyoman Rameyani ditemukan dalam keadaan selamat pada Jumat (22/11) sekitar pukul 12.30 Wita.
“Korban ditemukan berdasarkan informasi dari masyarakat yang menyebutkan melihat korban berjalan di kawasan hutan lindung di Banjar Mengenu Anyar pada Jumat pagi seorang diri,” jelasnya.
Setelah mendapat informasi tersebut, akhirnya tim Gabungan BPBD Tabanan dan Basarnas Bali melanjutkan pencarian di lokasi yang ditunjukan oleh warga yang melihat keberadaan korban.
Setelah melakukan pencarian selama beberapa lama, akhirnya korban ditemukan.
Lokasi penemuannya berada di arah sebelah barat daya yang berjarak sekitar 2,96 kilometer dari lokasi kebun tempat pertama kali korban dilaporkan hilang oleh pihak keluarganya di Desa Belatung Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan.
“Jadi korban ditemukan di Seberang Sungai Tukad Yeh Leh. Saat ditemukan korban dalam kondisi selamat dan tidak mengalami cedera, sehingga korban langsung kami antarkan ke rumahnya,” lanjutnya.
Dari informasi yang didapat koran ini, Desak Nyoman Ramaeyani asal warga Banjar Dinas Munduk Ngandang, Desa Belatungan, Pupuan, Kabupaten Tabanan belum kembali dari kebunnya, hingga Kamis lalu sejak pamit sembahyang pada Sabtu (19/11) lalu.
Setelah mendapat laporan tersebut, Tim SAR gabungan melakukan pencarian melibatkan unsur SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Pos SAR Buleleng), Polsek Pupuan, Babinsa Pupuan, Bhabinkamtibmas Pupuan, BPBD Tabanan, Tagana Tabanan, Linmas Desa Belatungan, Bhuana Bali Rescue, RAPI Tabanan, pihak keluarga dan masyarakat setempat. (*)
Editor : Nyoman Suarna