Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Debat Paslon Bupati Gianyar Memanas, Oknum Pendukung Nyaris Baku Hantam

I Wayan Ananda Mustika Putra • Sabtu, 23 November 2024 | 00:57 WIB
MEMANAS : Oknum pendukung paslon nyaris baku hantam.
MEMANAS : Oknum pendukung paslon nyaris baku hantam.

BALIEXPRESS.ID – Debat terakhir pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Gianyar yang digelar Kamis (21/11/2024) malam berlangsung panas.

Tidak hanya perdebatan visi dan misi antara paslon, suasana semakin memanas akibat gesekan antar pendukung yang nyaris berujung baku hantam.

Sejak sesi pertama, debat sudah diwarnai adu argumen sengit. Paslon nomor urut dua, Anak Agung Ngurah Kakarsana – I Wayan Tagel Arjana, langsung mengkritik kebijakan paslon nomor urut satu, I Made Agus Mahayastra – Anak Agung Gde Mayun, khususnya terkait ketimpangan pembangunan di Gianyar. Kritik tersebut memicu respons tajam dari pihak petahana.

Tak hanya di atas panggung, ketegangan juga merembet ke pendukung masing-masing paslon. Pendukung nomor dua secara kompak mengenakan rompi kuning saat paslon nomor satu dipanggil MC, diiringi teriakan yel-yel yang menyindir kubu lawan.

Puncaknya, di sesi keempat debat, oknum dari kedua kubu terlibat cekcok yang nyaris berujung baku hantam. Kedua pihak saling teriak hingga sempat memegang kerah baju satu sama lain. Beruntung, panitia dan aparat kepolisian segera melerai insiden tersebut.

Kapolres Gianyar, AKBP Umar, mengungkapkan bahwa kericuhan itu dipicu emosi sesaat. "Hanya teriakan tanpa tindakan. Setelah kami pertemukan di belakang panggung, mereka mengakui itu hanya kesalahpahaman," jelasnya.

Untuk mengamankan debat, Polres Gianyar mengerahkan 150 personel, termasuk 15 anggota Brimob Polda Bali. 

Paslon nomor urut satu, Agus Mahayastra – Anak Agung Gde Mayun, menanggapi kritik terkait ketimpangan pembangunan yang disampaikan paslon nomor dua. Menurut Mahayastra, ketimpangan pembangunan di Gianyar adalah warisan masalah selama 30 tahun terakhir yang kini mulai diatasi melalui regulasi dan infrastruktur.

"Kami sudah fasilitasi pembangunan, tetapi investasi swasta memang lebih terkonsentrasi di wilayah Ubud, Tegallalang, Tampaksiring, dan Payangan. Sementara wilayah timur Gianyar kini mulai menunjukkan perkembangan, tidak hanya di sektor pariwisata," paparnya. Ia juga menyebut rasio gini Gianyar yang hanya 0,3 sebagai bukti distribusi pembangunan yang merata.

 

Sementara itu, paslon nomor urut dua, Kakarsana – Tagel Arjana, menegaskan bahwa debat ini menjadi momen untuk memperjelas niat mereka mengabdi kepada masyarakat. Mereka berkomitmen meningkatkan pengelolaan anggaran, menangani ketimpangan pembangunan, dan memperbaiki infrastruktur.

"Kami siap melanjutkan program yang baik dan mencari solusi untuk program yang belum optimal. Kami ingin mewujudkan Gianyar yang lebih maju dengan menyerap aspirasi masyarakat," ujar Kakarsana.

Debat yang memanas ini sekaligus menjadi ajang pembuktian kedua paslon untuk merebut hati masyarakat Gianyar menjelang hari pencoblosan. (*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#paslon #gianyar #memanas #baku hantam #ricuh #debat #pendukung