Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Simulasi Makan Siang Gratis di Bali, Lauk Ayam Sisit, Telor, hingga Tempe Bacem, Kisaran Sampai Rp 18.500 Per Anak

Rika Riyanti • Sabtu, 23 November 2024 | 02:21 WIB

Kadisdikpora Bali Dr KN. Boy Jayawibawa. Ist
Kadisdikpora Bali Dr KN. Boy Jayawibawa. Ist

 

 

BALIEXPRESS.ID – Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) terus mematangkan persiapan simulasi makan siang gratis bagi siswa SD dan SMP di tiga kabupaten, yakni Buleleng, Gianyar, dan Bangli.

Selain menyesuaikan jadwal pelaksanaan, perhatian juga diberikan pada kebutuhan gizi dan anggaran yang disiapkan untuk setiap anak.

Kepala Disdikpora Bali, KN Boy Jayawibawa, menjelaskan bahwa menu makan siang telah dirancang sesuai standar yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

Baca Juga: Menjamur, Satpol PP Bali Gencar Bongkar Spanduk Pilkada

"Lauk yang disediakan sudah menyesuaikan dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali," ujar Boy, Jumat (22/11).

Boy membeberkan, untuk jenjang SD, makanan yang disiapkan memenuhi kebutuhan 659,6 kilokalori, dengan komposisi karbohidrat 97,1 gram, protein 4,1 gram, dan lemak 4,4 gram, ditambah susu.

Sementara itu, kebutuhan gizi untuk siswa SMP lebih tinggi, yakni 822,8 kilokalori, dengan 119,4 gram karbohidrat, 30,5 gram protein, dan 23,9 gram lemak.

Baca Juga: Rekonstruksi Kasus Penganiayaan yang Menewaskan Buruh Proyek di Gianyar, Terungkap Motif di Balik Tragedi

Boy mengungkapkan bahwa menu makanan disusun dengan memperhatikan kebutuhan kalori dan gizi.

Varian menu mencakup nasi, ayam sisit bumbu merah, telur bumbu kuning, tempe bacem, oseng buncis wortel, buah semangka, serta susu.

"Harga per anak diperkirakan antara Rp16.500 hingga Rp18.500," tambahnya.

Baca Juga: Bali United Was-Was dengan Juru Gedor Dewa United, Pernah Cetak 8 Gol: Tak Ingin Bernasib Sama dengan Semen Padang

Simulasi ini akan menjadi uji coba awal sebelum program dilaksanakan secara penuh pada Januari 2025.

Pemprov Bali berharap simulasi ini dapat membantu memetakan kebutuhan dan kendala di lapangan, sehingga implementasi program di masa depan berjalan lancar.(***)

Editor : Rika Riyanti
#makan siang #dinas kesehatan #Disdikpora Bali #susu