Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

BMKG Ungkap Fenomena La Nina di Bali Masih Lemah, Tapi Apa Dampaknya?

I Putu Suyatra • Selasa, 26 November 2024 | 13:32 WIB

Kepala Kelompok Kerja BMKG Wilayah III I Nyoman Gede Wiryajaya menjelaskan prakiraan cuaca terkait dengan saat pemungutan suara Pilkada Serentak 2024, Denpasar, Senin (25/11/2024).
Kepala Kelompok Kerja BMKG Wilayah III I Nyoman Gede Wiryajaya menjelaskan prakiraan cuaca terkait dengan saat pemungutan suara Pilkada Serentak 2024, Denpasar, Senin (25/11/2024).

BALIEXPRESS.ID – Fenomena La Nina mulai terasa di Bali, namun Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III memastikan intensitasnya masih berada pada level lemah.

Apa artinya untuk cuaca dan potensi bencana di Pulau Dewata?

La Nina dan Awal Musim Hujan di Bali

Kepala Kelompok Kerja BBMKG Wilayah III, I Nyoman Gede Wiryajaya, menjelaskan bahwa La Nina adalah fenomena yang menyebabkan peningkatan curah hujan di atas kondisi normal.

Meski musim hujan mulai masuk Bali, La Nina di wilayah ini belum mencapai tingkat yang mengkhawatirkan.

“Levelnya masih lemah. Ada empat level: lemah, moderat, kuat, dan sangat kuat. Bali saat ini masih di level lemah,” ungkapnya pada Senin (25/11).

BBMKG memprediksi musim hujan di Bali dimulai pada 20 November 2024, tetapi hingga kini belum merata di seluruh wilayah.

Wilayah utara Bali menjadi daerah yang lebih dulu merasakan hujan dengan intensitas lebih tinggi.

Hujan Merata Diprediksi Desember

Meski La Nina masih lemah, BBMKG berharap hujan akan merata di seluruh Bali pada Desember 2024.

Puncak musim hujan diprediksi terjadi pada akhir Januari hingga Februari 2025, dengan intensitas curah hujan yang signifikan di berbagai wilayah.

Upaya Antisipasi dan Teknologi Baru

BBMKG terus bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali untuk memetakan potensi bencana dan merancang upaya mitigasi.

Selain itu, pengembangan teknologi terbaru bernama Impact Dash Forecast (IDF) sedang dilakukan untuk membantu masyarakat memahami dampak langsung dari kondisi cuaca tertentu.

“Misalnya, hujan deras selama tiga jam. Di Bedugul, hujan seperti itu bisa menyebabkan longsor, sementara di Denpasar mungkin hanya genangan air atau banjir ringan,” jelas Wiryajaya.

Apa yang Perlu Diwaspadai?

Fenomena La Nina meskipun lemah tetap dapat berdampak pada peningkatan curah hujan di wilayah Bali, terutama daerah pegunungan seperti Bedugul yang rawan longsor.

Warga di kawasan rendah seperti Denpasar juga diminta waspada terhadap potensi banjir genangan.

Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca dan potensi bencana yang disampaikan BMKG dan BPBD, terutama menjelang puncak musim hujan.

Dengan persiapan dan mitigasi yang baik, dampak La Nina dapat diminimalkan. ***

Editor : I Putu Suyatra
#bali #bbmkg #pilkada #la nina