Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

TPS Perempuan di Sembiran, Tujuh Anggotanya Sudah Berpengalaman.

Dian Suryantini • Rabu, 27 November 2024 | 14:40 WIB

Anggota KPPS perempuan yang bertugas di TPS 1 Desa Sembiran, Buleleng.
Anggota KPPS perempuan yang bertugas di TPS 1 Desa Sembiran, Buleleng.

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Setiap tiang dihias dengan balon merah muda. Dari luar TPS, ditutup kain prada merah. Di belakang bilik suara tergantung tirai kertas dengan aksen keemasan. Diatasnya terpasang huruf dan angka TPS 1 dengan nuansa merah keunguan. Selain itu, tujuh orang Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) seluruhnya adalah perempuan. Dari petugas serta aksesoris TPS, tentulah TPS 1 di Dusun Dukuh Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng ini adalah TPS Perempuan.

Kendati demikian, pemilih yang datang tidak dikhususkan untuk perempuan. Seluruh pemilih, baik laki-laki maupun perempuan yang mendapatkan undangan memilih di TPS 1 ini melakukan pencoblosan di tempat ini.

Petugas KPPS yang bertugas saat Pilkada Serentak 2024 ini merupakan petugas yang sebelumnya bertugas pada Pemilu 2024 lalu. Petugas berpengalaman diutamakan pada Pilkada Serentak 2024 ini agar proses tahapan berjalan lancar. Dari urusan administrasi hingga penghitungan suara. Terlebih, TPS 1 ini merupakan TPS yang digunakan oleh Wayan Koster dan keluarga untuk mencoblos.

Ketua KPPS, Ni Kadek Intan Maharani mengaku, menjadi KPPS adalah tugas yang terhormat. KPPS tidak hanya bertugas memanggil dan mengatur pemilih untuk mencoblos, namun juga mengawal suara masyarakat agar dapat tersalur dengan baik.

“Memang cukup berat tanggungjawabnya. Tapi kami berusaha melakukan yang terbaik untuk mengawal Pilkada Serentak 2024, khususnya di TPS yang menjadi tempat tugas saya,” ujarnya, Rabu (27/11).

Meski telah memiliki pengalaman, Intan dan beberapa anggota KPPS lainnya tetap mengikuti tahap seleksi. Panitia Pemungutan Suara yang menentukan KPPS mesti memperhatikan, kompetensi, kapasitas, integritas, dan kemandirian calon anggota KPPS.

“Semua sudah berpengalaman ini. Mereka sebelumnya pernah bertugas saat Pilpres 2024. Kami utamakan memang yang gercep-gercep,” ungkap I Wayan Ariasa, Ketua PPS Desa Sembiran.

Ia menyebut, warga yang melamar untuk menjadi anggota KPPS lebih banyak perempuan. Pelamar laki-laki sebanyak 21 orang. Seluruhnya lolos dan ditempatkan pada TPS yang berbeda.

“Kami spesialkan di TPS ini. Karena calon Gubernur nomor 2 nyoblos disini. Bukan kami memihak, tetapi pastinya TPS ini akan menjadi pusat perhatian. Daripada berantakan, jadi kami ingin yang terbaik,” tambahnya.

Dilihat dari cara kerjanya, tujuh KPPS perempuan itu tidak diragukan lagi. Suara tegas dan nyaring terdengar jelas saat memanggil pemilih untuk memasuki bilik suara. Petugas lainnya yang berdiri di kotak pemungutan suara pun dengan sigap membantu warga untuk memasukkan surat suara usai dicoblos.

Tidak ada raut gugup. Mereka bertugas dengan tenang, rapi dan cantik. Tentunya, sebelum bertugas mereka telah sarapan agar tidak tumbang saat menjalankan tugas hingga pukul 12.00 wita. ***

Editor : Dian Suryantini
#sembiran #kpps #tps #perempuan #buleleng