Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

UPDATE BENCANA DI BALI! Drama Longsor di Jembrana: Tiga Rumah Tertimbun, Warga Selamat dari Maut, Begini Kondisi Korban

I Gde Riantory Warmadewa • Senin, 2 Desember 2024 | 14:03 WIB
Longsor di Banjar Kedisan, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali
Longsor di Banjar Kedisan, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali

BALIEXPRESS.ID – Sebuah peristiwa tanah longsor menggemparkan warga Banjar Kedisan, Desa Yehembang Kauh, Kabupaten Jembrana, Bali, Sabtu sekitar pukul 20.30 Wita.

Tebing setinggi 20 meter di belakang rumah Dewa Komang Suarta runtuh, menimbun tiga rumah warga sekaligus.

Hujan deras yang mengguyur tanpa henti menjadi pemicu bencana yang merusak rumah milik Gusti Made Rai Yasa, Made Arnawa, dan Nyoman Linggih.

Meski kerusakan parah terjadi, keajaiban menyelimuti peristiwa ini. Tak ada korban jiwa yang jatuh karena para penghuni rumah kebetulan sedang berada di rumah kerabat saat kejadian.

Namun, trauma dan kerugian materi menjadi duka mendalam bagi para korban.

“Saya Syok Saat Pagi Melihat Rumah Saya Hancur”

Made Arnawa, salah satu korban longsor, masih terpukul dengan musibah ini.

"Saat kejadian, saya di rumah orang tua karena hujan lebat sampai malam. Pagi harinya, saya baru tahu rumah saya kena juga. Syukurlah keluarga selamat,” ujarnya dengan nada lega bercampur sedih.

Sementara itu, Kepala Dusun Kedisan, Made Diarsana, menceritakan kronologi bencana.

“Awalnya, tanah bergerak perlahan sekitar pukul 08.30 malam. Bahkan lantai ruang tamu rumah saya ikut pecah. Syukurlah, dalam musibah ini tidak ada korban jiwa, meski kerugian material cukup besar,” ungkapnya.

Ancaman Longsor Susulan Membuat Warga Was-Was

Tak hanya menghancurkan tiga rumah, tanah longsor ini juga membuat tanah di dua rumah lainnya, termasuk milik Made Diarsana, bergerak.

Dinding rumah menjadi miring dan retak, memicu kekhawatiran di kalangan warga akan longsoran susulan.

Beberapa warga bahkan memilih mengungsi sementara karena khawatir keselamatan mereka terancam.

Tindakan Cepat untuk Mitigasi Bencana

Pemerintah setempat bergerak cepat menangani dampak longsor.

Para korban diungsikan ke lokasi yang lebih aman sambil menunggu langkah mitigasi lebih lanjut.

Bantuan darurat mulai disalurkan untuk meringankan beban mereka.

Musibah ini menjadi peringatan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan longsor, terutama di tengah cuaca ekstrem seperti saat ini.

Upaya mitigasi jangka panjang sangat dibutuhkan agar kejadian serupa tak lagi menghantui warga. ***

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #jembrana #longsor