BALIEXPRESS.ID – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tabanan, Bali, sejak Sabtu malam (30/11) membawa dampak besar.
Berbagai bencana mulai dari tanah longsor, pohon tumbang, hingga rumah warga yang terendam air dilaporkan terjadi di beberapa wilayah.
Situasi ini membuat warga waspada, sementara upaya tanggap darurat terus dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan.
1. Longsor di Jatiluwih Lumpuhkan Arus Lalu Lintas
Di Banjar Uma Kayu, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, tanah longsor terjadi pada Minggu (1/12) dini hari.
Material longsor menutup setengah badan jalan utama di kawasan tersebut, menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Sistem buka-tutup jalan terpaksa diberlakukan.
“Longsor terjadi sekitar pukul 01.00 Wita. Kami menerima laporan pada Minggu pagi dan langsung membersihkan material longsor,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri.
2. Pohon Tumbang Rusak Pura dan Perumahan Dinas
Pohon tumbang dilaporkan terjadi di dua lokasi. Kejadian pertama menimpa Beji Pura Pole Kembar di Banjar Pacung, Desa Belalang, Kecamatan Kediri.
Pohon yang roboh merusak pelinggih di pura tersebut, dengan kerugian material diperkirakan mencapai Rp 100 juta.
Lokasi kedua berada di Perumahan Dinas Polres Tabanan di Perumahan Wanasara, Kecamatan Tabanan.
Pohon jenis Singapur tumbang akibat akar yang lapuk.
Selain menutup akses jalan di depan rumah dinas Kapolres, kejadian ini juga menyebabkan senderan sepanjang 10 meter dengan tinggi 5 meter longsor.
3. Rumah Warga Terendam Air di Banjar Anyar
Hujan deras juga menyebabkan genangan air di rumah warga Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri.
Regu TRC BPBD Tabanan segera diterjunkan ke lokasi untuk membantu menyedot air menggunakan pompa.
Meski banjir telah surut, warga diminta tetap waspada terhadap potensi hujan susulan.
Langkah Cepat BPBD dan Harapan Warga
Penanganan cepat dari BPBD Kabupaten Tabanan berhasil mengurangi dampak bencana di sejumlah titik.
Namun, ancaman cuaca ekstrem masih mengintai. Warga diimbau untuk tetap waspada, terutama di kawasan rawan longsor dan banjir.
Hujan deras yang terus mengguyur mengingatkan pentingnya upaya mitigasi bencana jangka panjang.
Apakah bencana ini hanya awal dari rangkaian yang lebih besar? Warga Tabanan kini menghadapi tantangan berat untuk kembali bangkit di tengah musim penghujan yang belum berakhir. ***
Editor : I Putu Suyatra