BALIEXPRESS.ID-Musim hujan telah tiba di Bali, membawa hujan yang jatuh ke bumi dan memberi kehidupan pada alam sekitar.
Namun, ada sesuatu yang lebih dalam dari sekadar air hujan yang tampak biasa.
Bagi sebagian orang, air hujan memiliki makna spiritual dan bisa digunakan untuk membersihkan pekarangan rumah atau tempat usaha secara niskala, yakni dalam dimensi yang tak tampak oleh mata fisik.
Konsep inilah yang dijelaskan oleh penekun spiritual Bali, Jro Bayu Ivander.
Melalui akun media sosial pribadinya, Jro Bayu Ivander berbagi pengetahuan mengenai cara memanfaatkan air hujan untuk pembersihan spiritual.
Ia menjelaskan bahwa tidak semua air hujan dapat digunakan sebagai tirta (air suci).
Air hujan yang dapat digunakan untuk tujuan ini adalah air hujan yang turun pada hari-hari tertentu, yaitu Hari Purnama, Tilem, dan Kajeng Kliwon.
Menurut Jro Bayu, pada hari-hari tersebut, air hujan yang turun membawa energi atau vibrasi semesta yang khusus.
“Air hujan yang turun pada Purnama, Tilem, dan Kajeng Kliwon adalah Tirta Akasa dari Ibu Pertiwi,” ujar Jro Bayu Ivander dalam keterangannya yang dipublikasikan pada Senin (02/12/2024).
Tirta Akasa, menurutnya, adalah air yang diberkahi dengan energi kosmik yang memiliki kekuatan untuk membersihkan dan memberikan kedamaian bagi lingkungan sekitar.
Tirta Akasa yang didapatkan dari air hujan pada hari-hari khusus ini dipercaya memiliki kekuatan untuk membersihkan pekarangan rumah atau tempat usaha dari energi negatif atau gangguan niskala.
Pembersihan ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang lebih harmonis dan seimbang, serta menjaga agar lingkungan tersebut tetap terjaga dari hal-hal yang dapat mengganggu ketenangan batin.
Baca Juga: Pilkada Bali 2024: Partisipasi Pemilih Terendah dalam Sejarah, Golput Mendominasi?
Menurut Jro Bayu, proses untuk memperoleh Tirta Akasa dimulai dengan menampung air hujan dalam wadah yang diletakkan langsung di bawah langit.
Setelah air hujan terkumpul, Tirta Akasa siap digunakan dalam ritual pembersihan dengan beberapa sarana upacara yang disarankan. Salah satu ritual yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan canang sari (sejenis persembahan) dan tiga batang dupa.
Ritual ini dilakukan dengan tujuan untuk mengundang energi positif dan menetralkan pengaruh buruk yang mungkin ada di sekitar lingkungan. Sebagai bagian dari ajaran spiritual Bali, upacara ini memiliki kedalaman makna dan diyakini dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan fisik dan spiritual para penghuninya.
Editor : Wiwin Meliana