BALIEXPRESS.ID-Seorang loyalis PDI Perjuangan di Buleleng, Diding Kadir, membayar kaul dengan berjalan kaki dari Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, hingga Kantor DPC PDI Perjuangan Buleleng di Desa Pemaron.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk janji yang dia ucapkan setelah pasangan Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna memenangkan Pilkada Buleleng, serta pasangan Wayan Koster dan Nyoman Giri Prasta memenangkan Pilkada Bali.
Baca Juga: Promo Pilkada Dongkrak Penjualan di Astra Motor Bali, Sehari Hampir 50 Unit Sold Out
Diding, yang juga aktif sebagai Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana (Baguna) di DPC Baitul Muslimin (Bamusi) Buleleng, mengungkapkan bahwa dirinya sangat mengidolakan sosok Gede Supriatna dan Nyoman Giri Prasta.
Menurutnya, kedua tokoh ini dikenal dekat dengan masyarakat dari berbagai latar belakang suku dan agama.
Sejak awal kontestasi Pilkada, Diding terus mengikuti dinamika politik, khususnya terkait dengan rekomendasi calon dari partai.
Baca Juga: WNA di Bali Kabur Usai Makan Tanpa Membayar di Restoran Uluwatu, Modus Kartu Kredit Terblokir
Meskipun sempat mendengar desas-desus yang menyebutkan calon-calon PDI Perjuangan akan kalah dalam pemilihan, Diding tetap berdoa dan berjanji untuk menuntaskan kaul jika pasangan yang ia dukung menang.
Hasil Pilkada serentak menunjukkan PDI Perjuangan tetap berjaya di Bali, dengan pasangan Koster-Giri Prasta dan Sutjidra-Supriatna meraih kemenangan.
Sebagai bentuk pemenuhan nazar, Diding memulai perjalanan kaki dari perbatasan Buleleng-Jembrana pada Sabtu, 30 November 2024, yang juga merupakan hari ulang tahunnya.
Diding memulai perjalanan sekitar pukul 10.00 pagi, mengenakan sandal jepit hitam, celana training, dan kaos merah bergambar pasangan Sutjidra-Supriatna.
Baca Juga: Media Gathering Kementerian ATR/BPN, Menteri Nusron: Terima Kasih Telah Mewartakan Kementerian Ini
Meski tanpa persiapan fisik khusus, ia berhasil menempuh perjalanan sejauh 89 kilometer, melewati medan berat, termasuk hutan Taman Nasional Bali Barat yang terkenal dengan suhu panasnya dan hujan yang turun saat perjalanan.
Sepanjang perjalanan, Diding mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk anggota DPRD Buleleng dari PDI Perjuangan, relawan, dan teman-teman di Ormas Islam yang turut membantunya.
Beberapa pengurus PAC juga menyediakan tempat untuk beristirahat.
Setelah hampir empat hari berjalan, Diding akhirnya tiba di Kantor DPC PDI Perjuangan Buleleng pada pukul 03.05 dini hari, Selasa (2/12/2024), dengan rasa bahagia dan syukur.
Meski kaki terasa sangat lelah dan hampir tak mampu bergerak, Diding merasa bangga bisa menyelesaikan kaul yang sudah lama ia ucapkan.
Editor : Wiwin Meliana