Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pelakaanaan Upacara Nangluk Merana, Jalan Di Kuta Akan Dibuka Tutup, Catat Jadwalnya

Putu Resa Kertawedangga • Selasa, 3 Desember 2024 | 22:05 WIB

Ketua LPM Kuta, Putu Adnyana.
Ketua LPM Kuta, Putu Adnyana.

BALIEXPRESS.ID - Berkenaan pelaksanaan Upacara Nangluk Merana, sejumlah ruas jalan di Kelurahan Kuta akan dibuka tutup.

Pengaturan arus lalu lintas ini akan berlaku sejak pukul 07.00 Wita pada Rabu (4/12).

Para pengendara yang akan melalui Kelurahan Kuta pun diminta untuk mencari alternatif atau dapat mengikuti kondisi di jalan.

Baca Juga: Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah 2024, Pj. Bupati Jendrika Paparkan Materi Terkait Daya Saing Daerah Kabupaten Klungkung

Ketua LPM Kuta, Putu Adnyana mengatakan, sejumlah ruas jalan di Kuta mengalami pengaturan saat dilaksanakannya upacara Nangluk Merana lan Pamelepeh Sasih Desa Adat Kuta.

Pengaturan arus lalu lintas ini akan berlaku di sejumlah persimpangan jalan.

“Buka tutup arus lalin dimulai dari jam 7 pagi, sampai upacara selesai,” ujar Adnyana saat dikonfirmasi Selasa (3/12).

Baca Juga: KBRI Den Haag Resmikan Pura Pertama di Belanda, Shanta Citta Bhuwana

Menurutnya, pengaturan lalu lintas ini akan disesuaikan dengan pelaksanaan upacara.

Sebab Upacara Nangluk Merana  dilaksanakan dilaksanakanndi masing-masing perempatan.

Waktu pelaksanaan hingga selesai pun disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Baca Juga: NAKAL! Karyawan Villa di Kuta Curi Uang Tamu yang Menginap, Dipakai Beli Iphone

“Patokan kita berkaca dari pelaksanaan prosesi tahun lalu, itu maksinal sampai jam 12 siang,” ungkapnya.

Penerapan buka tutup jalan ini pun telah dikoordinasikan dengan Desa Adat Kuta, Kelurahan Kuta, Dishub Badung, Polsek Kuta, Danramil Kuta, Satpol PP, Linmas, Pecalang, dan Bakamda pada 28 November 2024.

Penerapan buka tutup jalan ini pun akan diterapkan hampir di persimpangan Kelurahan Kuta.

Sehingga pihaknya mengimbau masyarakat yang memiliki kepentingan mendesak di waktu tersebut dapat mencari alternatif lain.

Selain itu untuk pekerja di wilayah Kuta diharapkan dapat mengatur jadwal masing-masing.

“Mereka dapat melintas sebelum diterapkan sistem buka tutup atau mencari jalan alternatif lain melalui gang dan jalan yang tidak digelar proses upacara,” jelasnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#Nangluk Merana #jalan #kuta