BALIEXPRESS.ID - Penanganan keretakan tebing di Pura Uluwatu, Kabupaten Badung, Bali kembali menjadi sorotan.
Pasalnya dalam video yang viral di media sosial menunjukkan diduga adanya runtuhan batu kapur dari atas tebing Pura Uluwatu.
Bahkan di video tersebut menunjukkan reruntuhan mengenai tanggul atau seawall yang ada di bawahnya.
Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas PUPR Kabupaten Badung, Anak Agung Rama Putra, memastikan konstruksi tetap aman dan tidak mengalami kerusakan seperti yang dikhawatirkan.
Bahkan ia menyebutkan, tidak ada bagian revertment yang jebol atau rusak.
“Kalau yang pasang revertment sama sekali tidak ada yang lepas. Batu hitam yang terlihat lepas itu adalah boulder, yakni batu lokal berbahan limestone. Beratnya tidak sampai 400 kilogram, jadi bukan bagian dari revertment,” ujar Agung Rama saat dikonfirmasi Selasa (3/12/2024).
Menurutnya, lokasi yang terekam dalam video adalah bagian STA 450 yang pengerjaannya belum selesai.
“Bolongan yang terlihat itu memang area yang belum dipasang revertment. Nantinya akan diurug terlebih dahulu sebelum pemasangan revertment dilanjutkan,” ungkapnya.
Ia pun menyebutkan, pemasangan revertment dilakukan menyesuaikan kondisi pasang surut gelombang laut.
Revertment ini memiliki kemiringan 45 derajat dan dirancang untuk tahan terhadap arus laut yang besar.
Hingga saat ini, progres pengerjaannya telah mencapai 44 persen, atau sepanjang 100 meter.
Selain itu Gung Rama menyatakan, akan dilakukan pemasangan tetrapod di bawah area utama Pura Uluwatu.
Hal ini dilakukan untuk menangkal arus gelombang besar. Bahkan 1.500 unit tetrapod telah tiba di lokasi.
“Tetrapod itu yang kaya di dermaga jadi pura kita aman. Saat ini tidak ada kendala yang berarti, Betara kari sweca. Ini kan pura kita untuk orang Bali,” jelasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan