BALIEXPRESS.ID – Abrasi yang semakin parah di Pantai Monggalan, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, kembali memakan korban. Gelombang pasang yang terus menghantam pantai telah merusak pemukiman warga dan satu vila milik warga negara Austria.
Vila tersebut kini terkubur pasir, sementara pemiliknya telah meninggalkan properti itu.
Dampak abrasi juga merusak rumah milik warga setempat. Salah satu rumah yang mengalami kerusakan paling parah adalah milik Kadek Tika, warga Banjar Ramai.
Tembok rumahnya hancur akibat hantaman ombak, bahkan pondasi bangunan mulai terkikis air laut. Akibatnya, Kadek Tika bersama keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah kerabatnya.
Ketut Sregig, paman Kadek Tika, yang berada di lokasi saat kejadian pada Jumat (29/11/2024), mengungkapkan pengalaman menegangkan.
"Saat itu kami sedang makan malam, tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Tidak lama kemudian, air laut menghantam tembok hingga roboh. Saya sendiri hampir jatuh karena hempasan air," katanya.
Barang-barang rumah tangga, termasuk benda-benda sakral, terpaksa dipindahkan untuk menghindari kerusakan lebih lanjut. Tidak hanya rumah Kadek Tika, beberapa rumah lain di sekitarnya juga terdampak.
Made Widana, salah satu warga, mengaku was-was setiap malam karena gelombang pasang sering kali terjadi pada pukul 19.00 WITA hingga dini hari.
Bupati dan Wakil Bupati Klungkung terpilih, I Made Satria dan Tjokorda Gde Surya Putra, menyatakan empati mendalam terhadap warga terdampak abrasi ini. “Kami menawarkan solusi sementara berupa tempat tinggal di rumah kos yang akan dibiayai pemerintah. Namun, hingga saat ini, warga terdampak belum ada yang bersedia pindah," ujar Made Satria, Rabu (4/12/2024).
Pemerintah juga telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk menangani bencana ini. "Setelah dilantik, kami akan memastikan penanganan abrasi ini menjadi prioritas agar dampaknya tidak semakin meluas. Kami tidak ingin kerugian warga bertambah besar," tambahnya.
Baca Juga: Paslon Bupati Bangli Laporkan Pengeluaran Kampanye, Tak Ada Capai Rp100 Juta
Hasil pantauan di lokasi menunjukkan, ada empat rumah warga dan satu vila yang berada dekat dengan bibir pantai. Tiga rumah lain yang berada di belakang rumah Kadek Tika sering kali terendam saat terjadi rob. Ketinggian gelombang mencapai 4-5 meter, terutama menjelang Purnama atau Tilem.
Kondisi ini membuat warga hidup dalam kecemasan. Mereka berharap pemerintah segera memberikan solusi jangka panjang untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. (*)