SINGARAJA, BALI EXPRESS — Panggung demokrasi Buleleng kembali bersuara! Seperti pertandingan besar, jalannya rekapitulasi Pilkada 2024 menyuguhkan drama, tensi, dan gol-gol kemenangan dari rakyat untuk rakyat. KPU Kabupaten Buleleng tampil solid, bak tim sepak bola yang sudah matang strategi. Mereka menuntaskan rekapitulasi suara dengan tempo tinggi, tanpa pelanggaran dan penuh semangat fair play.
Ketua KPU Buleleng, Komang Dudhi Udiyana sebelum laga rekap berakhir, memberikan suntikan semangat kepada “pemain” yang beraksi di lapangan, terutama KPPS. “Peran KPPS itu vital, mereka ini pahlawan demokrasi yang memastikan semuanya berjalan mulus di lapangan,” katanya. Dan benar saja, dari kick-off hingga peluit akhir pleno tingkat kecamatan, semuanya berlangsung rapi, cepat, dan bersih.
Pelaksanaan pleno tingkat kecamatan telah terlaksana dengan mulus. Pleno dilanjutkan ke tingkat kabupaten. Sejak pagi, suasana di ruang pertemuan Lovina Heaven Boutique Resort Bali, Kamis (5/12) sedikit tegang, layaknya stadion menjelang pertandingan besar. Semua mata tertuju pada proses rekapitulasi suara.
Meski sempat terjadi beberapa drama kecil—seperti adanya kekurangan dan kelebihan surat suara di beberapa TPS, atau indikasi-indikasi intervensi oknum—tim rekapitulasi tetap bermain dengan kepala dingin. Mereka menunjukkan kelasnya sebagai suporter demokrasi yang cerdas dan matang. Begitu ada kendala, langsung ada solusi. Kotak suara tetap aman di posisi, sesuai instruksi.
Baca Juga: KPU Buleleng Siapkan Rekapitulasi Suara Pilkada 2024, Target Selesai Tepat Waktu
Buka kotak dimulai. Lagi-lagi seluruh pandangan tertuju pada setumpuk kotak serta amplop coklat yang dikeluarkan. Masih tersegel dan akan dibuka lalu direkapitulasi. Di samping tim selalu siaga anggota Bawaslu Buleleng untuk mengawasi. Tangan tercantel ke belakang, mata tajam dan jeli.
Ibarat wasit dalam pertandingan Bawaslu siap meniup peluit jika terjadi pelanggaran saat buka kotak dilakukan. Pembukaan kotak diawali dari Kecamatan Gerokgak, Kecamatan Seririt, Kecamatan Busungbiu, Kecamatan Banjar, Kecamatan Sukasada, Kecamatan Buleleng, Kecamatan Sawan, Kecamatan Kubutambahan hingga Kecamatan Tejakula. Pleno dimulai pada pukul 10.00 wita dan berakhir pada pukul 13.00 wita.
Hingga akhir babak pertama, semua suara berhasil diolah dengan presisi. Kecamatan demi kecamatan menyelesaikan pleno mereka dalam waktu kilat. Proses yang biasanya penuh intrik kini menjadi ajang demonstrasi kedewasaan politik masyarakat Buleleng.
Selama berjalannya rekapitulasi, tim pendukung, tim sukses, serta para “pemain” senantiasa mendengar setiap angka yang disebutkan. Sesekali tepuk tangan terdengar ketika hasil rekapitulasi ditetapkan. Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan yang menyaksikan langsung proses rekapitulasi itu, memastikan bahwa proses ini harus cepat dan tepat. “Tidak perlu lama-lama. Jika semua sudah sesuai makan langsung bisa ditetapkan. Kita hanya punya sembilan kecamatan,” ujarnya, mengatur tempo.
Dan, benar saja! Layaknya striker andal yang tidak menyia-nyiakan peluang, proses pembacaan hasil berjalan mulus. Tanpa hambatan, satu per satu kecamatan melaporkan hasil suara mereka. Pleno pun selesai dalam waktu singkat. Sorakan kemenangan terdengar ketika hasil akhirnya diumumkan, mengukuhkan Pilkada Buleleng 2024 sebagai pesta demokrasi paling damai dan efisien.
Kembali ke Dudhi Udiyana. Sebagai kapten tim, Dudhi berseru bahwa, rekapitulasi ini bukan sekedar angka di atas kertas. Setiap suara adalah gol demokrasi yang dihasilkan dari kerja keras masyarakat Buleleng. KPU juga belajar dari “pertandingan-pertandingan” sebelumnya, membenahi logistik, meminimalisir kesalahan, dan memastikan tidak ada keterlambatan distribusi surat suara. Hasilnya? Sebuah kompetisi demokrasi yang bersih, damai, dan terarah.
“Rekapitulasi ini bukan sekedar formalitas penghitungan jumlah. Proses pilkada dan rekapitulasi itu adalah cerminan. Masyarakat sudah cerdas dan dewasa dalam berpolitik,” kata Dudhi, seperti komentator yang mengakhiri laga dengan pujian bagi kedua tim.
Ketika pleno selesai, seluruhnya pulang dengan senyum kemenangan dan kesenangan. Tidak ada ketegangan, tidak ada keributan, hanya rasa bangga telah mencetak sejarah baru.
Hasil pleno kabupaten menetapkan pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Buleleng Nomor Urut 02, Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna keluar sebagai pemenangnya. Perolehan suara dari sembilan kecamatan sebanyak, 227.312. Sementara pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Buleleng Nomor Urut 01, Nyoman Sugawa Korry dan Gede Suardana hanya berhasil mendulang 130.384 suara.
Dalam pertandingan lain, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Nomor Urut 01, Made Muliawan Arya dan Putu Agus Suradnyana hanya menggolkan 153.444 suara di Buleleng. Sedangkan gol demokrasi dari pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Nomor Urut 02, Wayan Koster dan Nyoman Giri Prasta unggul dengan raihan 206.028 suara. ***
Editor : Dian Suryantini