BALIEXPRESS.ID - Polsek Kuta Selatan, Badung, tengah mendalami kasus bentrok dua kelompok warga asal Sumba, Nusa Tenggara Timur di Jimbaran, Selasa 3 Desember 2024.
Pelaku bentrok kelompok Sumba bernama Oscar yang melakukan pengeroyokan pun sudah dimintai keterangan.
Begitupula, polisi meminta keterangan korban seorang juru parkir bernama Isak Nane Porotana, 24, dan dua saudaranya Anderias Kuku Api, 22, serta Yohanis Darling.
Diketahui bahwa akar masalah bentrok itu adalah selisih paham antara jukir Isak Nane dengan pelaku utama bernama Cristo yang masih buron.
Hal itu dibeberkan Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi. Korban menegur pelaku yang parkir sembarangan.
Tetapi, pelaku malah tidak terima dan melakukan penganiayaan bersama teman-temannya. Alhasil korban dibantu oleh saudaranya dan terjadilah perkelahian.
"Selain karena masalah parkir, pelaku juga dalam pengaruh alkohol (mabuk,red), sehingga memicu terjadinya keributan," tutur Sukadi, Kamis 5 Desember 2024.
Saat ini korban dan pelaku masih dalam penanganan unit Reskrim Polsek Kuta Selatan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Sebelumnya diberitakan, Isak Nane sedang bekerja sebagai jukir di sebuah warung, Jalan Goa Gong, Jimbaran, pada Selasa 3 Desember 2024, sekitar pukul 20.30 WITA.
Berikutnya, dua laki-laki yaitu Cristo dan Yohan, bersama satu perempuan datang dengan naik sepeda motor.
Mereka berhenti di depan warung. Isak pun meminta agar merrka memarkir kendaraan di tempat yang telah disediakan.
Namun mereka tidak terima dan mengeluarkan kata-kata menantang "Kamu mau apa?".
Bahakan, salah satu pelaku memegang kedua tangan jukir, dan menggunakan kunci motornya untuk menusuk bagian bawah kuping kiri korban sampai mengeluarkan darah.
Pelaku menendang wajah korban, hingga terjatuh.
Tak sampai disitu, Cristo dan Yohan pergi memanggil temannya Oscar dan mengaku telah dipukul oleh tukang parkir di warung.
Mereka kembali lagi ke TKP dan menganiaya korban lagi.
Melihat saudaranya dikeroyok, Anderias Kuku Api dan Yohanes Darling pun membantu dan terjadilah bentrok dua kelompok Sumba.
Apes, Anderias ditusuk di bagian pundak, serta punggung dan Yohanes Darling juga dipukul di bagian pipi oleh Oscar.
Kemudian, warga setempat dan pecalang datang. Sehingga, para pelaku melarikan diri.
Unit Reskrim Polsek Kuta Selatan juga datang ke lokasi untuk melakukan pengamanan, hingga dapat menangkap Oscar.
Namun, Cristo pelaku utama berhasil kabur dan masih dalam pengejaran petugas. (*)
Editor : I Gede Paramasutha