BALIEXPRESS.ID - Musibah tenggelamnya dua perahu nelayan milik warga Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, terjadi pada Senin pagi (9/12/2024), setelah perahu-perahu tersebut diparkir di tengah laut.
Perahu-perahu fiber yang ditambatkan pada pelampung ditemukan tenggelam dalam posisi terbalik, dan hanya bagian ujung perahu yang terlihat di permukaan laut.
Kejadian ini diduga disebabkan oleh gelombang tinggi dan angin kencang yang terjadi pada malam sebelumnya, Minggu (8/12/2024).
Pemilik perahu, Subawi, baru mengetahui musibah ini pada pagi harinya, ketika dia melihat perahu yang terparkir sudah tenggelam.
"Perahu dalam keadaan kosong, hanya mesin kapal dan peralatan melaut yang ada di dalamnya," ujar Hariyanto, salah satu warga setempat yang turut membantu proses evakuasi.
Proses evakuasi dilakukan dengan bantuan tiga perahu nelayan lain, meski hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Setelah perjuangan panjang, akhirnya perahu berhasil ditarik ke daratan dengan selamat.
"Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa karena saat kejadian perahu sedang terparkir di tengah laut," jelas Hariyanto.
Namun, satu perahu lainnya masih belum berhasil dievakuasi karena berada sekitar 200 meter dari daratan.
Pemilik perahu masih berusaha mencari cara untuk menariknya ke pantai.
Klian Banjar Pebuahan, Kanzan, membenarkan adanya dua perahu yang tenggelam tersebut dan memastikan bahwa seluruh proses evakuasi berjalan lancar tanpa korban jiwa.
“Perahu memang dalam keadaan diparkir, jadi tidak ada yang terluka," ujar Kanzan.
Selain musibah tenggelamnya perahu, daerah tersebut juga terkena dampak dari cuaca ekstrem yang melanda.
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, mengungkapkan bahwa angin kencang yang terjadi telah merusak 10 rumah warga, dengan kerugian material sekitar Rp 20 juta.
Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap rumah yang berjatuhan.
Selain itu, terdapat gudang ikan yang rusak berat dan beberapa tempat usaha yang mengalami kerusakan ringan.
"Terkait perahu yang tenggelam, kami masih mendata dan akan memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan," kata I Putu Agus Artana Putra.
Sementara itu, proses evakuasi perahu yang masih tersisa dan pemulihan akibat kerusakan yang disebabkan oleh angin kencang terus dilakukan oleh pihak berwenang. ***
Editor : I Putu Suyatra