Info Tempat Melukat di Bali! Pura Beji Saraswati dengan 11 Pancoran: Ritual Unik dan Pantangan yang Mengundang Rasa Penasaran
I Putu Suyatra• Rabu, 11 Desember 2024 | 01:56 WIB
Beji Saraswati di Gulingan, Mengwi, Badung, Bali.
BALIEXPRESS.ID - Ada daya tarik tersendiri dari Pura Beji Saraswati, yang terletak di Banjar Babakan, Desa Adat Gulingan, Mengwi, Badung, Bali.
Bukan hanya suasana tenangnya yang memikat, tetapi juga ritual unik melukat yang mengharuskan membawa 11 warna bunga dan 11 warna dupa berbeda.
Mengapa angka 11 begitu sakral di pura ini?
Pesona dan Sejarah Pura Beji Saraswati
Pura ini berdiri kokoh sekitar 100 meter di belakang Pura Desa dan Pura Puseh Desa Pakraman Gulingan.
Suasana di sekitar pura sangat asri, dengan puluhan anak tangga berundak yang mengarah ke lokasi utama, serta alunan suara sungai yang berpadu dengan wangi dupa.
Pemangku Pura, Jero Mangku Gede Wena, menyebut pura ini telah ada sejak abad ke-7 dan menjadi stana Dewi Saraswati, dewi ilmu pengetahuan.
"Dahulu, Dewi Saraswati dikisahkan memilih tempat ini sebagai lokasi bertapa. Dari pertapaan beliau, muncullah 11 mata air yang dipercaya sebagai simbol pengetahuan yang terus mengalir," ujar Jero Mangku Desa.
Ritual Melukat yang Unik dan Sarat Makna
Melukat di Pura Beji Saraswati Pancoran Solas memiliki aturan khusus. Pemedek yang ingin melukat diwajibkan membawa tipat kelan dua soroh, 11 warna bunga, dan 11 warna dupa. Ritual ini juga terbagi menjadi dua jenis, yakni:
Melukat Utama: Membawa 11 warna bunga dan dupa yang berbeda.
Melukat Madya: Membawa bunga panca warna dan dupa biasa.
Angka 11 ini erat kaitannya dengan 11 pancoran yang ada di pura.
Setiap warna bunga dan dupa dipercaya mewakili satu pancoran, yang masing-masing memiliki khasiat berbeda, seperti untuk pembersihan mala, permohonan anak, hingga kelancaran karier.
Larangan dan Proses Melukat yang Sakral
Dalam melukat, ada beberapa pantangan yang harus dihindari. Pemedek dilarang membawa kain kotor atau bekas cuntaka, dan ibu hamil juga tidak diperkenankan masuk pura.
Sebelum melukat di 11 pancoran utama, pemedek harus membasuh diri terlebih dahulu di pancoran yang berada di bawah pura.
"Setelah melukat, pemedek juga harus menghaturkan tipat kelan di sumber mata air dan palinggih utama sebelum bersembahyang," ujar Jero Mangku Desa.
Mitos dan Kejadian Mistis yang Menyertainya
Pura Beji Saraswati juga dikenal dengan kisah-kisah mistisnya. Salah satunya adalah pengakuan seorang pemedek yang melihat belut hitam besar di telaga tengah pura.
"Telaga itu jaraknya jauh dari sungai, sehingga mustahil ada belut di sana. Hanya orang tertentu yang bisa melihatnya," ungkap Jero Mangku.
Ramainya Kunjungan Saat Hari Saraswati dan Purnama
Hari Saraswati dan purnama menjadi waktu paling ramai di pura ini. Pada hari Saraswati, banyak pemedek yang memilih makemit atau bermalam di pura.
Bagi yang penasaran dengan makna angka 11 dan pengalaman spiritual di Pura Beji Saraswati, tempat ini menawarkan harmoni antara tradisi, keindahan alam, dan aura mistis yang sulit dilupakan. Sudah siap menjelajahi Pura Beji Saraswati? ***