BALIEXPRESS.ID – Kejadian menegangkan mengguncang Kota Denpasar, Bali, pada Rabu (11/12) dini hari.
Dua pemuda asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi korban penyerangan brutal oleh sekelompok orang di sebuah kos-kosan di Jalan Pulau Seram Gang I No.31, Denpasar, Bali.
Peristiwa berdarah ini diduga dipicu oleh masalah pribadi yang berakar dari tempat kerja mereka.
Korban, DJR (26) dan RLR (34), mengalami luka-luka serius akibat serangan senjata tajam.
DJR mengalami luka tusuk pada paha kiri dan luka sayat pada perut, sementara RLR menderita luka tusuk pada lengan atas kanan dan luka sayat pada lengan bawah tangan kanan.
Keduanya sempat mencoba menyelamatkan diri dengan melompat dari lantai dua kos-kosan sebelum akhirnya dilarikan ke RSUP Prof. Ngoerah.
Saksi Mata Ungkap Kronologinya
AA Ayu P, salah seorang warga sekitar, mengungkapkan bahwa kejadian tersebut sangat mengejutkan.
Suara teriakan keras terdengar dari dalam kos-kosan sekitar pukul 00.50 WITA.
Baca Juga: Bali United Gagal Raih Poin di Kandang PSIS Semarang, Stefano Cugurra Kecewa
Saat warga berdatangan, mereka menemukan kedua korban dalam kondisi berlumuran darah.
"Katanya mereka bertengkar karena masalah di tempat kerja," ujar Ayu.
"Pelakunya sekitar 10 orang, bawa senjata tajam dan kayu. Setelah melakukan aksinya, mereka langsung kabur," tambahnya.
Polisi Masih Selidiki Motif
Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Laksmi Trisnadewi, saat dikonfirmasi terkait kasus ini masih enggan memberikan keterangan detail.
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, mengaku belum menerima laporan resmi mengenai kejadian tersebut.
Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mengungkap identitas para pelaku dan motif di balik penyerangan brutal ini. ***
Baca Juga: WASPADA! Peringatan Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di Perairan Selatan Bali Hingga 15 Desember 2024