Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kronologi Penusukan Pria NTT di Jalan Pulau Seram Denpasar, Korban dan Pelaku Ipar, Ada Masalah Keluarga

I Gede Paramasutha • Jumat, 13 Desember 2024 | 00:34 WIB
Petugas PMI memberikan penanganan kepada korban penusukan di Jalan Pulau Seram. (Bali Express/Istimewa)
Petugas PMI memberikan penanganan kepada korban penusukan di Jalan Pulau Seram. (Bali Express/Istimewa)

BALIEXPRESS.ID - Misteri latar belakang terjadinya penusukan di Jalan Pulau Seram, Gang I, Desa Dauh Puri Kelod, Denpasar Barat, pada Rabu 11 Desember 2024, mulai terungkap.

Penusukan itu menewaskan Raymundus Loghe Rangga, 33, dan membuat Dominikus Japa Rahi, 26, terluka.

Pelaku diketahui berinisial FPH, 36, dan ternyata merupakan ipar dari Raymundus. 

Hal itu diungkapkan Ketua III Flobamora Bali Marthen Rowa Kasedu saat dikonfirmasi Bali Express Jawa Pos Grup pada Kamis 12 Desember 2024.

Dia menegaskan, bahwa kasus ini bukanlah bentrok antar kelompok, tetapi masalah keluarga. "Pelaku dengan korban ini, istri mereka bersaudara kandung," ujarnya.

Jadi kronologi kejadian ini diawali ada masalah keluarga antara pelaku dengan istrinya yang merupakan saudara dari istri korban.

Maka, Raymundus dan istrinya mengajak istri pelaku untuk tinggal sementara di Jalan Pulau Seram.

"Maksudnya itu, istri pelaku diamankan dulu biar masalah mereda, kalau sudah kondusif baru pulang," ucapnya.

Namun, hal tersebut ternyata membuat FPH tidak terima. Pria asal Kodi Utara, Sumba Barat Daya tersebut mengajak teman-temannya untuk datang ke tempat kejadian perkara (TKP).

Hanya FPH yang membawa sajam, yang lain tidak. "Memang ada 10 orang yang datang ke sana, tapi yang bermasalah ini antara pelaku dengan korban, dan yang bawa sajam si pelaku utama," tambahnya.

Di sana pelaku menusuk korban Raymundus. Dominikus yang melihat hal itu mencoba melerai, tetapi malah ikut ditusuk.

Nahas, Raymundus sampai meninggal dunia. Rencana, jenazah pria itu akan diupacarai di kampung halaman.

Saat ini, pelaku disebutnya sudah diamankan oleh polisi.

Marthen menambahkan, korban bukan anggota Flobamora.

Tetapi sebagai tokoh masyarakat Sumba di Bali, ia tetap ikut memantau ke TKP untuk meredam warga seperantauan supaya tidak memanas.

"Saya ikut ke rumah duka juga, pendekatan dengan keluarga korban, saya beritahu adik-adik di sana supaya tidak ada balas balasan, dan percayakan kasus ini ke polisi," tandasnya.

"Saat ini polisi sudah bekerja, Mari keluarga korban dan istri pelaku tetaplah memberikan keterangan yang sebenar- benarnya," imbuhnya.

Sementara itu, sampai saat ini, belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai kronologi kejadian, motif dan juga penangkapan pelaku. (*)

Editor : I Gede Paramasutha
#penusukan #Jalan Pulau Seram #pria #denpasar #ntt #kronologi