BALIEXPRESS.ID - Setelah dikabarkan hanyut terbawa arus, belajkangan beredar viral foto Moly, seekor gajah betina berusia 30 tahun milik Bali Zoo dalam kondisi mati.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, Moly ditemukan di DAM Tukad Cengceng areal Canyon Desa Guwang. "Gajah itu ditemukan sudah mati, saat ini petugas sedang melakukan upaya evakuasi agar bisa dikubur," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Sebelumnya diberitakan seekor gajah betina bernama Moly, berusia 30 tahun, milik Bali Zoo, dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Tukad Ceng-Ceng di Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Gianyar, pada Senin (16/12/2024) sekitar pukul 15.30 WITA.
Sayangnya hingga pukul 21.20 WITA, tim gabungan yang terdiri dari pihak Bali Zoo, masyarakat, Polsek Sukawati, Babinsa Desa Singapadu, dan Babinsa Desa Guwang belum menemukan Moly. Insiden itu terjadi ketika Moly dipandu oleh pawangnya menuju kandang gajah (holding area) setelah menjalani kegiatan rutin. Saat menyeberangi sungai yang biasa dilewati, tiba-tiba debit air meningkat drastis akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut.
Arus yang deras membuat Moly kehilangan keseimbangan dan terbawa arus.Mengetahui kejadian ini, tim Bali Zoo segera melakukan pencarian menyusuri aliran sungai hingga ke hilir, yang bermuara di Pantai Rangkan dan Pantai Purnama. Laporan juga telah disampaikan kepada BPBD Gianyar dan BKSDA Bali untuk meminta bantuan dalam upaya pencarian.
Dalam pencarian, tim Bali Zoo dibantu oleh masyarakat setempat, anggota Polsek Sukawati, dan aparat Babinsa. Hingga pukul 21.20 WITA, Moly belum ditemukan. Proses pencarian masih berlangsung di sepanjang aliran sungai.
Rute yang dilalui Moly untuk menuju kandang sejatinya adalah jalur yang aman dengan arus sungai yang biasanya tenang. Namun, hujan deras yang terjadi tiba-tiba membuat debit air sungai meningkat tajam, menciptakan arus yang sangat deras hingga menyeret Moly. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana