Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tak Sekadar Hiasan, Begini Makna Penjor Natal di  Gereja Paroki Santa Maria Immaculata Tabanan

IGA Kusuma Yoni • Selasa, 24 Desember 2024 | 14:28 WIB
Persiapan Natal di Gereja Paroki Santa Maria Immaculata Tabanan yang berhias cantik dengan penjor (kiri) dan ornamen Bali lainnya.
Persiapan Natal di Gereja Paroki Santa Maria Immaculata Tabanan yang berhias cantik dengan penjor (kiri) dan ornamen Bali lainnya.

BALIEXPRESS.ID – Menjelang Misa pertama pada Selasa (24/12/2024), dan perayaan Natal besok, Gereja Paroki Santa Maria Immaculata Tabanan sudah melakukan berbagai persiapan.

Salah satu persiapan jelan Natal itu adalah memasang tenda dan beberapa hiasan, seperti penjor di pintu masuk gereja, dan beberapa hiasan lainnya sehingga mempercantik Kawasan Gereja yang dibangun pada tahun 1959 ini.

Romo Gereja Paroki Santa Maria Immaculata Tabanan RD. Damianus Doweng Hayong menyebutkan pada perayaan Natal tahun 2024, persiapan yang dilakukan oleh panitia di Gereja sama seperti persiapan yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Untuk persiapan Natal tahun ini, tidak ada persiapan khusus dalam Ibadah Natal di Gereja Immaculata Tabanan. Selain memasang pohon natal, kami juga mendekorasi gereja dengan hiasan yang disesuaikan dengan bangunan Gereja yang menggunakan arsitektur Bali,” jelasnya.

Adapun makna pemasangan penjor di Gereja Paroki Santa Maria Immaculata Tabanan disebutkan RD. Damianus, tidak terlepas dari akar budaya masyarakat Hindi di Bali yang dalam setiap perayaan Galungan selalu memasang penjor sebagai ungkapan syukur dan pemujaan terhadap Tuhan yang maha Esa.

Sejatinya pemasangan ini dikatakannya untuk menghormati budaya dan tradisi yang ada di Bali, khususnya di Kabupaten Tabanan.

Pada prinsipnya perayaan Natal di Gereja Paroki Santa Maria Immaculata adalah penghormatan terhadap budaya.

"Prinsipnya di mana bumi dipijak disana langit dijunjung. Untuk itu, kami mencoba mengangkat menghormati kultur budaya. Maka jangan heran sebagian besar bentuk bangunan gereja katolik kami lebih mengadopsi stil Bali," lanjutnya.

Untuk pelaksanaan ibadah Natal pada gereja Immaculata Tabanan akan dimulai pada Selasa (24/12/2024), yakni dengan pelaksanaan malam Misa Natal yang akan terbagi ibadah menjadi dua sesi. Mulai pukul 17.00 dan pukul 21.00.

Selanjutnya baru dilakukan ibadah puncak Natal pada Rabu besok juga terbagi menjadi dua sesi ibadah Natal, yakni pukul 07.00 Wita dan pukul 09.00 Wita.

Hal itu diberlakukan karena jemaat di gereja tersebut tergolong banyak.

“Saat ini jumlah jemaat Gereja Immaculata Tabanan mencapai 1000 orang, sehingga perayaan Natal kami bagi menjadi dua sesi, supaya aktivitas ibadah berjalan dengan khusuk,” ungkapnya.

Dalam perayaan Natal tahun ini, RD. Damianus berharap ini sesuai dengan tema ‘Marilah sekarang kita pergi ke Betlehem’.

Natal harus dirayakan dengan penuh sukacita, damai dengan hati yang putih suci bersih.

"Umat Katolik tidak hanya membagi kasih, melainkan menjadi penerang bagi masyarakat umumnya," tambahnya. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #penjor #hindu #Natal #tabanan