BALIEXPRESS.ID - Musim angin barat kerap membawa sampah kiriman menepi di sepanjang pantai Kabupaten Badung.
Anehnya sampah yang menepi di Pantai Kedonganan, Kecamatan Kuta didominasi sampah plastik.
Padahal pantai lainnya didominasi oleh sampah kayu berupa ranting hingga batang pohon berukuran besar.
Koordinator Deteksi Evakuasi Sampah Laut (Desalut) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, Made Gede Dwipayana mengatakan, setiap tahunnya saat musim angin barat sampah plastik menepi di Pantai Kedonganan.
Ia pun mengakui kondisi ini sangat berbeda dengan pantai lainnya.
“Setiap tahun, khusus di Pantai Kedonganan didominasi sampah plastik. Tidak tahu juga penyebab pastinya,” ujar Dwipayana saat dikonfirmasi Rabu (25/12).
Baca Juga: Kecelakaan Tragis di Jalur Kintamani, Harapan Natal Pemuda NTT Pupus
Kondisi ini juga sangat berbeda dengan Pantai Jimbaran yang bersebelahan dengan Kedonganan.
Sebab di Pantai Jimbaran sampah yang menepi didominasi oleh kayu.
Begitu juga sampah kiriman di Pantai Kuta dan lainnya yang didominasi oleh kayu.
Baca Juga: Tanpa Angin dan Hujan, Bale Pesandekan di Mengwi Roboh Sebelum Diplaspas Viral, Ini Penyebabnya
Ia memperkirakan, di dalam laut ada sebuah arus yang memilah sampah secara alami.
“Mungkin di bawah (laut) ada arus dia memilah jadinya di Kedonganan seperti itu. Tetangganya Pantai Jimbaran sampah kayu,” ungkapnya.
Dwipayana mengaku, sampah plastik di Pantai Kedonganan telah muncul sekitar seminggu lalu.
Dari pembersihan yang dilakukan, sampah terkumpul mencapai 80 ton.
Setelah dibersihkan sampah dikumpulkan di Stasiun Transit Operasional (STO) yang berada di seberang pantai.
“Sampah ini masih muncul, sampah ini kami bawa ke STO untuk mempermudah pembersihan. Setelah itu kami bawa ke TPA,” terangnya.
Lebih lanjut ia memperkirakan, sampah kiriman di sepanjang pantai barat Kabupaten Badung dapat muncul sampai awal April 2025.
Hal ini pun sesuai dengan periode angin barat setiap tahunnya.
Sedangkan sampah terbanyak hingga saat ini berada di Pantai Seminyak, Legian, dan Kuta (Samigita).
“Rutinnya akhir Maret atau April munculnya sampah kiriman,” imbuhnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga