BALIEXPRESS.ID – Keberlanjutan operasional Trans Metro Dewata (TMD) di Bali menghadapi ketidakpastian, namun Penjabat (Pj) Gubernur Bali, Mahendra Jaya, menegaskan komitmennya untuk mempertahankan layanan transportasi publik tersebut.
Mahendra Jaya menyatakan pihaknya tengah mengevaluasi dan mengupayakan agar TMD tetap beroperasi tahun depan.
“Kita masih melakukan evaluasi, kita masih berupaya (TMD tetap beroperasi) karena ini kan salah satu layanan publik yang bagus saya berusaha agar tetap bisa beroperasi,” jelas Mahendra Jaya, Jumat (27/12).
Baca Juga: BRI Masuk Daftar Best Employers Asia Pacific 2025 Versi Financial Times dan Statista
Mahendra Jaya mengatakan meskipun anggaran Bus Trans Metro Dewata berasal dari pusat, ia tetap mengusahakan agar Bus Trans Metro tetap ada di Bali.
“Anggaran itu kan dari pusat ya dari daerah kita tetap usulkan agar tetap ada,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, keberlanjutan operasional Teman Bus Dewata atau Trans Metro Dewata di Bali pada tahun depan menghadapi ancaman serius.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali, IGW Samsi Gunarta, mengungkapkan kekhawatiran terkait pendanaan yang selama ini bersumber dari pemerintah pusat.
“Itu kan dananya dari Jakarta. Kalau pusat berpikir pindah ke tempat lain, yang lain lebih membutuhkan, ya ada kemungkinan kita stop beroperasi,” kata Samsi saat diwawancara, Kamis (26/12).
Teman Bus Dewata yang mulai beroperasi pada 2020 merupakan bagian dari program transportasi umum yang juga diterapkan di beberapa kota lain di Indonesia, seperti Solo.
Baca Juga: WASPADA! Ini Ciri dan Bahaya Belalang Setan, Renggut Nyawa Dua Warga Bojonegoro
Namun, menurut Samsi, minat masyarakat di Bali terhadap transportasi umum masih perlu ditingkatkan.
“Kalau daerah lain itu ya masyarakat itu sudah biasa naik bis. Bali itu kehilangan produk transport itu sudah lama. Jadi kita untuk kembali lagi ke sana akan membutuhkan waktu, penyesuaian, dan butuh dipaksa. Kalau daerah lain mereka itu sudah biasa, sebab kalau nggak naik mobil transport, mahal kan buat mereka,” jelasnya.
Namun, ia mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada kejelasan terkait anggaran operasional Teman Bus untuk tahun depan.
Baca Juga: Kapolres Buleleng Tangkap Tempan Masa Kecilnya: Sempat Sebulan Jadi Buronan Kasus Narkoba
“Saya itu khawatir, karena ada penganggarannya belum clear ya sampai saat ini. Ya kita memang terima surat sih dari Jakarta ini minta biar diambil alih sama Pemprov, tapi Pemprov belum ada kapasitas untuk itu. Ya sabar-sabar aja. Kalau memang terpaksa harus berhenti dulu ya sudah. Syukuri sudah pernah dikasih. Salah sendiri karena nggak mau pakai kan gitu. Sekarang baru hilang baru kerasa,” tuturnya.(***)
Editor : Rika Riyanti