Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Empat Kesalahan dalam Metirta yang Harus Dihindari dalam Agama Hindu

Wiwin Meliana • Sabtu, 28 Desember 2024 | 17:16 WIB

Ida Pandita Kebayan ungkap empat kesalahan dalam metirta
Ida Pandita Kebayan ungkap empat kesalahan dalam metirta

BALIEXPRESS.ID-Dalam agama Hindu, tirta adalah air suci yang digunakan sebagai sarana dalam persembahyangan dan praktik keagamaan.

 Kata tirta berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti kesucian, air suci, atau bersuci dengan air. 

Tirta berfungsi untuk membersihkan diri dari kotoran dan kecemaran pikiran.

Baca Juga: Tak Hanya Hasto Kristiyanto, KPK Juga Larang Yasonna Laoly ke Luar Negeri

Biasanya, Umat Hindu akan nunas Tirta usai melakukan persembahyangan.

Namun bagi Umat Hindu, perlu diketahui tata cara dalam metirta.

Menurut Ida Pandita Kebayan melalui akun media sosialnya, ada empat kesalahan dalam Metirta.

“Kesalahan dalam proses petirtaan ini akan mengurangi khasiat dari karunia Tuhan,” jelas Ida Pandita Kebayan dikutip pada Sabtu (28/12/2024).

Pertama, hindari membawa tirta tanpa alas canangsari.

Baca Juga: Penipuan Berkedok Nama Kodam IX/Udayana Marak di Denpasar, Kerugian Capai Ratusan Juta! Ini Nomor WA untuk Mengecek Supaya Tak Tertipu

Sebaiknya saat menyiratkan tirta menggunakan bokoran, kemudian tirta dialasi dengan canang sari.

Kedua, hindari menyiratkan tirta menggunakan tangan.

Ida Pandita Kebayan menyebut sebaiknya menyiratkan tirta dengan menggunakan peketis ilalang.

Selanjutnya, hindari peketis menyentuh tangan yang nunas tirta.

Saat nunas tirta, disarankan agar peketis ilalang yang digunakan untuk nyiratang tirta tidak menyentuh tangan yang nunas tirta.

Baca Juga: Pj Gubernur Bali Upayakan Trans Metro Dewata Tetap Beroperasi di 2025

Keempat, sebaiknya orang yang menyiratkan tirta adalah orang yang sudah mewinten.

“Hindari menyirtakan tirta oleh orang yang belum mewinten,” tulis Ida Pandita.

 

Editor : Wiwin Meliana
#Ida Pandita Kebayan #agama Hindu #Kesalahan #Tirta