Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sehari Bisa Layani 5.000 Penumpang, Bus Trans Metro Dewata Terancam ”Gugur” pada 2025, 300 Lebih Pegawai Diprediksi Terdampak

Rika Riyanti • Selasa, 31 Desember 2024 | 03:11 WIB

 

TRANS METRO: Sebagai alat transportasi public, Trans Metro Dewata belum sepenuhnya dimanfaatkan masyarakat seperti diungkap Dirut PT Satria Trans Jaya.
TRANS METRO: Sebagai alat transportasi public, Trans Metro Dewata belum sepenuhnya dimanfaatkan masyarakat seperti diungkap Dirut PT Satria Trans Jaya.

 

 

BALIEXPRESS.ID — Operator layanan Bus Trans Metro Dewata (TMD), PT. Satria Trans Jaya, menyampaikan sejumlah tanggapan terkait kabar terhentinya operasional bus ini pada 2025.

Manajer PT. Satria Trans Jaya, Ida Bagus Eka Budi P., memastikan pihaknya sedang menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah dan Kementerian Perhubungan untuk mencari solusi.

"Ini sedang jalan prosesnya, jadi semoga ada solusi untuk Bus TMD Tahun 2025 bisa tetap beroperasi," katanya, Senin (30/12).

Baca Juga: WADUH! Pelaku Curanmor Tewas Diamuk Massa: Korban Ungkap Detik-detik Kejadiannya

Berdasarkan data, jumlah penumpang Bus TMD pada 2024 mengalami penurunan dibanding 2023.

"Kalau dilihat dari data jumlah penumpang memang pada tahun 2024 itu ada penurunan dibanding tahun 2023. Deviasi berarti banyak hal, apakah karena alat ukurnya berbeda jadi penyebabnya," jelasnya.

Eka Budi juga menyebut beberapa kendala lain, seperti belum maksimalnya sarana dan prasarana layanan, ketidaknyamanan pengguna, hingga ketiadaan angkutan penumpang atau feeder.

Baca Juga: WADUH! Polres Tabanan Periksa Delapan Orang Terkait Dugaan Mark Up Proyek Penataan Lapangan Alit Saputra

"Terlepas dari alat ukur, pemerintah wajib melayani masyarakat dengan menggunakan angkutan massal perkotaan," tambahnya.

Bus TMD melayani wilayah Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Serbagita) dengan enam koridor operasional.

Sejak 31 Oktober 2023, Bus TMD mulai memberlakukan tarif, termasuk tarif integrasi khusus berbasis kartu elektronik.

"Tarif reguler Rp 4.400, tarif khusus Rp 2.000 untuk pelajar, mahasiswa S1, lansia, dan penyandang disabilitas. Sementara tarif integrasi memungkinkan pengguna tidak dikenakan biaya tambahan jika tapping kedua dilakukan dalam waktu kurang dari 90 menit," jelasnya.

Menurutnya, jika operasional Bus TMD dihentikan, dampaknya akan signifikan terhadap lalu lintas di Bali.

Apalagi, dalam seharinya bus ini bisa melayani 5.000 penumpang di tahun 2024 ini.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Tabrak Lari Truk yang Mengakibatkan Satu Orang Meninggal Dunia: Sang Sopir Berhasil Ditangkap

"Ada TMD saja mulai macet di jalan, apalagi gada TMD, tambah macet pasti. Sudah pasti pengguna TMD akan beralih ke kendaraan pribadinya," katanya.

Selain itu, sebanyak 317 pekerja PT. Satria Trans Jaya juga akan terdampak.

"Tidak hanya pramudi, total ada 317 orang yang sehari-hari menggantungkan hidupnya di PT. Satria Trans Jaya," ujarnya.

Baca Juga: TEGANYA! Bocah 7 Tahun Diduga Dibuang Ayahnya di Jalan

Jika operasional Bus TMD dapat dilanjutkan pada 2025, Eka Budi berharap sejumlah pembenahan dilakukan, termasuk penyiapan halte yang aman dan nyaman, pengadaan feeder, serta kuota bahan bakar untuk operasional bus.

"Di Bali mulai agak sulit mencari BBM. Semoga kalau memang beroperasi lagi tahun 2025, Bus TMD dapat kuota BBM di SPBU, jadi kita tidak mesti keliling cari BBM," harapnya.

Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk mengatur volume kendaraan di jalan guna mengurangi kemacetan.

Baca Juga: Nikmati Bulan Madu, Wisatawan Australia Tewas Terseret Arus di Pantai Pasut: Begini Kronologinya

"Sudah selayaknya harus diatur, kalau tidak masyarakat Bali harus menikmati kemacetan di jalan," tegasnya.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #Trans Metro Dewata #denpasar #operasional